Berita Viral

Viral Zahran Nizar Peserta COC 2025 Banyak Dihujat di Medsos, Padahal Prestasi Level Internasional

]Viral nama Nizar peserta Clash Of Champions (COC) Ruangguru Season 2 yang banyak dihujat di media sosial. Padahal prestasinya level dunia.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Instagram @ruangguru
DIHUJAT - Kolase flyer Nizar (kiri) dan flyer Nizar yang dihujat warganet. Sosok Zahran Nizar Peserta COC 2025 Raih 2 Medali Internasional, Justru Dihujat di Media Sosial 

SURYAMALANG.COM - Beberapa har terakhir viral nama Zahran Nizar peserta Clash Of Champions (COC) Ruangguru Season 2 yang banyak dihujat di media sosial. 

Zahran Nizar, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang ikut kompetisi COC itu pun mendapakan hujatan soal fisik yang tidak ada kaitannya program acara. 

Padahal, mahasiswa Teknik Dirgantara ITB itu memiliki prestasi tak main-main. 

Prestasi yang dimiliki Zahran Nizar bahkan levelnya sudah internasional. 

Sosok Zahran Nizar Fadhlan adalah mahasiswa berprestasi yang memiliki IPK 3,94 itu.

COC 2025 - Kolase flyer Nizar (kiri) dan flyer Nizar yang dihujat warganet. Sosok Zahran Nizar Peserta COC 2025 Raih 2 Medali Internasional, Justru Dihujat di Media Sosial
COC 2025 - Kolase flyer Nizar (kiri) dan flyer Nizar yang dihujat warganet. Sosok Zahran Nizar Peserta COC 2025 Raih 2 Medali Internasional, Justru Dihujat di Media Sosial (Instagram @ruangguru)

Banyak warganet yang menyorotinya karena nilai akademis dan fisiknya yang tidak sepadan. 

Tentunya inilah yang membuat Zahran dibicarakan oleh warganet di mana-mana. 

Lantas siapakah sosok Zahran Nizar Fadhlan?

Zahran Nizar Fadhlan, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang pernah dua kali dapat medali olimpiade internasional kini siap berlaga di Clash of Champions Ruangguru Season 2.

Zahran, masuk sebagai peserta COC Season 2 Batch 1 Ia sendiri memiliki IPK 3,94 dari Jurusan Teknik Dirgantara ITB. 

Zahran beberapa kali bertanding di ajang olimpiade internasional. 

Ia dulu juga menjadi jawara Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Baca juga: Update Evakuasi Turis Brasil Jatuh di Jurang Rinjani, Juliana Marins Ditemukan tapi Tidak Bergerak

Selain itu ia meraih Medali Perunggu International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2023 dan Medali Perak International Physics Olympiad (IPhO) 2024. 

Keduanya adalah olimpiade paling prestisius dan diakui banyak negara. Serta termasuk ajang yang diakui oleh Puspresnas. 

"Semenjak pandemi Covid-19, saya lebih banyak nonton tayangan YouTube. Sampai saya menemukan sebuah tayangan yang membahas tentang alam semesta, di situ saya mulai tertarik dengan astronomi dan fisika," ungkap Zahran, dilansir dari laman Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud, Minggu (22/6/2025). 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved