Jumat, 1 Mei 2026

Pembunuhan Brigadir Nurhadi

'Jangan Begitu, Itu Cewek Abangmu' Misri Tegur Brigadir Nurhadi Pergoki Cium Melannie Putri di Kolam

'Jangan begitu, itu cewek abangmu', pengakuan Misri Puspitasari menegur Brigadir Muhammad Nurhadi ketika memeergoki sedang mencium Melannie Putri.

Tayang:
Editor: iksan fauzi
Tangkapan Layar
PEMBUNUHAN BRIGADIR NURHADI : Misir Puspitasrai (kiri) dan foto Brigadir Nurhadi semasa hidup. Misri sempat menegur Brigadir Nurhadi ketika memergoki sedang mencium cewek bawaan atasannya, Ipda Haris Chandra bernama Melannie Putri di kolam. 

Sekira pukul 21:26 WITA tim kesehatan tiba di hotel dan langsung memberikan tindakan pertolongan pertama, namun tidak memberikan respon.

Setelah beberapa kali memberikan pertolongan pertama namun tidak memberikan respon, Brigadir Nurhadi selanjutnya dibawa menuju ke Klinik Warna Medika dan dilakukan pemeriksaan EKG.

Hasil pemeriksaan EKG flat atau sudah tidak terdeteksi detak jantung, pukul 22:14 WITA Brigadir Nurhadi dinyatakan meninggal.

Kematian Brigadir Nurhadi janggal

PEMBUNUHAN BRIGADIR NURHADI - Foto mertua Brigadir Nurhadi, Sukarmidi saat ditemui di rumahnya, keluarga Brigadir Nurhadi ungkap keinginan terakhir korban sebelum tewas. Kamis (10/7/2025).
PEMBUNUHAN BRIGADIR NURHADI - Foto mertua Brigadir Nurhadi, Sukarmidi saat ditemui di rumahnya, keluarga Brigadir Nurhadi ungkap keinginan terakhir korban sebelum tewas. Kamis (10/7/2025). (TribunLombok.com/Wawan Sugandika)

Keluarga menilai ada kejanggalan terhadap kematian Brigadir Nurhadi di kolam renang.

Mengingat kolam tempat tenggelamnya Brigadir Nurhadi tergolong dangkal.

Yakni, memiliki kedalaman cuma 1,2 meter.

Sedangkan tubuh Brigadir Nurhadi tingginya lebih dari 1,6 meter.

Justri keluarga menduga telah terjadi pembunuhan lantaran jenazah Brigadir Nurhadi ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan.

Hasil autopsi, di tubuh Brigadir Nurhadi terdapat luka memar di bagian kepala depan dan belakang akibat benda tumpul. 

Baca juga: Brigadir Nurhadi Tewas Usai Merayu Wanita Penghibur Atasannya, Pesta di Vila Tekek Ide Kompol I Made

"Jadi ada kekerasan pencekian yang utama yang menyebabkan yang bersangkutan tidak sadar atau pingsan sehingga berada di dalam air," kata Dokter Forensik Unram dr Arfi Samsun. 

Penyidik masih mendalami peran dari tiga tersangka, termasuk sosok yang melakukan pencekikan.

Sementara itu, hasil pemeriksaan poligraf atau pendeteksi kebohongan mengungkap seluruh jawaban dari para tersangka sebagian besar berbohong.

Ditahan di sel khusus

Penyidik Polda NTB menahan tersangka Kompol Yogi dan Ipda Haris Chandra di sel khusus.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved