Senin, 8 Juni 2026

Merawat Buah Khas Malang Nyaris Punah

Krisis Apel di Malang Raya : Lahan Menyusut Identitas Kota di Ujung Tanduk

Kawasan Malang Raya, khususnya Kota Batu sejak dulu memiliki buah khas yang menjadi ikon, yakni apel Batu. Lambat laun produksi buah apel terkikis

Tayang:
SURYAMALANG.COM/DYA AYU/Dok Pribadi
KRISIS BUAH APEL : Foto buah apel yang masih berbuah di pahan pertanian Kota Batu (kiri). Foto kanan : dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB), Dr Mochammad Syamsul Hadi, SP, MP. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Kawasan Malang Raya, khususnya Kota Batu sejak dulu memiliki buah khas yang menjadi ikon daerah, yakni apel Batu

Tak hanya Kota Batu, sejumlah daerah di Kabupaten Malang seperti Poncokusumo juga dikenal sebagai penghasil apel. 

Namun lambat laun, produksi buah apel di Malang Raya mulai terkikis. 

Dalam tiga tahun terakhir, lahan apel di wilayah Batu menyusut drastis dari 1.200 hektare di 2023 menjadi hanya sekitar 700 hektare pada pertengahan 2025.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya penggunaan bahan kimia berupa pupuk dan pestisida berlebihan.

Hal itu mengakibatkan kesuburan tanah mengalami degradasi . 

Selain itu, perubahan iklim juga mempengaruhi pertumbuhan buah apel yang membuatnya sulit untuk ditanam di daerah yang lebih rendah. 

Banyak petani apel yang saat ini justru beralih menanam jeruk.

Meskipun ini dianggap bukan solusi jangka panjang karena pasar jeruk juga terbatas.

Baca juga: Ikon Kota Mulai Terkikis, Hasil Panen dan Lahan Apel di Kota Batu dari Tahun Ke Tahun Kian Menurun

"Saya yakin pada 2025 ini luasan lahan apel semakin sedikit,"

"Jika persoalan ini tidak segera ditangani secara serius, maka lahan apel di Kota Batu ini akan menghilang dengan sendirinya dalam 5-10 tahun mendatang," kata Dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB), Dr Mochammad Syamsul Hadi, SP, MP.

KOTA APEL - Aktivitas petani apel di Kota Batu. Pemkot Batu kini sedang menggencarkan gerakan tanam apel.
KOTA APEL - Aktivitas petani apel di Kota Batu. Pemkot Batu kini sedang menggencarkan gerakan tanam apel. (SURYAMALANG.COM/Dya Ayu)

Menurutnya, penurunan lahan dan produksi apel disebabkan oleh beberapa faktor.

Pertama, pola budidaya yang eksploitatif dan penggunaan pestisida serta pupuk kimia berlebihan. 

Hal ini mengakibatkan degradasi kesuburan tanah, sehingga kualitas dan rasa apel pun menurun hingga biaya produksi membumbung tinggi.

"Dulu apel Batu besar, manis, dan renyah. Sekarang ukurannya mengecil, rasa berubah dan kurang renyah," ujarnya.

Baca juga: Dari Apel Beralih ke Jeruk, Nostalgia Kejayaan Petani Poncokusumo yang Pernah Beli Motor Tiap Panen

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved