Kota Malang

Stok Beras Bulog Malang Mencapai 68 Ribu Ton, Penyaluran SPHP Terealiasasi 18 Persen

Bulog Malang memastikan ketersediaan beras di gudang dalam kondisi aman dengan jumlah mencapai 68 ribu ton.

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
Pemprov Jatim
PENYALURAN BERAS - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyalurkan beras SPHP kepada warga Kota Malang, Rabu (27/8/2025). Bulog Malang memastikan bahwa stok beras digudang aman untuk distribusi hingga akhir tahun 2025. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Bulog Malang memastikan ketersediaan beras di gudang dalam kondisi aman dengan jumlah mencapai 68 ribu ton.

Dari total stok tersebut, hanya sekitar 23 ribu ton yang ditargetkan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga akhir tahun.

Pemimpin Cabang Bulog Malang, M Nurjuliansyah Rachman, menjelaskan bahwa realisasi penyaluran SPHP sejak Januari hingga 27 Agustus 2025 baru sekitar 4.160 ton, atau 18 persen dari target.

Penyaluran dilakukan melalui pedagang pasar, pengecer, hingga kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI/Polri, dan instansi pertanian.

“Dengan stok 68 ribu ton, kebutuhan SPHP hanya 23 ribu ton. Artinya, hingga akhir tahun nanti masih ada cadangan sekitar 45 ribu ton, dan kalau tidak ada penyaluran bantuan pangan, stok ini masih mencukupi sampai 2026,” ujar Nurjuliansyah kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (28/8/2025).

Harga beras SPHP yang dijual dari gudang Bulog ditetapkan Rp 55.000 per kemasan 5 kilogram. Di lapangan, seperti di Pasar Kasin, masyarakat mendapatkannya sekitar Rp 62.500 per 5 kilogram.

Baca juga: Budidaya Ikan Lele Hingga Jeruk di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Dukung Ketahanan Pangan dan MBG

Harga ini lebih terjangkau dibanding beras komersial, yang dijual Rp 13.000– Rp 15.000 per kilogram.

Namun, pedagang mengeluhkan kondisi pasar yang sepi akibat turunnya daya beli.

Wati, pedagang di Toko Rahmatika, menyebut stok beras medium dalam kemasan 5 kilogram nyaris tidak tersedia, sementara beras SPHP hanya bisa dibeli dengan syarat menunjukkan KTP.

“Sekarang kulakan juga tertunda karena beras kosong dan pasar sepi,” ujarnya.

Sebagai pedagang kecil, Wati ingin kebijakan pemerintah betul-betul bisa membantu pedagang.

Pasokan yang berlimpah diharapkan bisa membantu stabilisasi pasokan beras medium. Beras medium di tempatnya banyak dibeli oleh warga yang membuka usaha kuliner.

"Kami membutuhkan kepastian agar beras medium tidak langka. Kami kesulitan memeroleh, pun pembeli juga sulit membeli. Mereka sebagian besar jualan di warung kecil," katanya.

Baca juga: Tim Putra MAN 2 Kota Malang Berhasil Singkirkan SMAN 8 Malang di Laga Pertama Playoffs

Realisasi penyerapan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Jawa Timur hingga akhir Agustus 2025 tercatat baru mencapai 6,17 persen dari total alokasi 173 ribu ton.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan upaya distribusi harus diperkuat agar masyarakat dapat menjangkau beras dengan harga terjangkau.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved