Sabtu, 11 April 2026

Jatim Akan Kedatangan 200 Ribu Ekor Sapi Bunting, Giliran Peternak Sapi Blitar dan Banyuwangi

Total ada sejumlah 200.000 ekor sapi bunting yang akan masuk ke Jawa Timur di tahun 2026 mendatang. 

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Fatimatuz Zahro
RAPAT AUDIENSI - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak audiensi dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Jumat (28/11/2025). Kegiatan ini dilakukan untuk koordinasi pelaksanaan program strategis nasional pengembangan sapi perah di Kabupaten Blitar dan Banyuwangi. 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah 200.000 ekor sapi bunting akan masuk ke Jawa Timur di tahun 2026 mendatang. 
  • Mendatangkan tambahan sapi perah dilakukan untuk mempercepat peningkatan produksi susu.
  • Pembangunan PSN Sapi Perah akan dilakukan di dua kabupaten di Jawa Timur, yakni Blitar dan Banyuwangi.

 


SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan kembali mendatangkan sapi perah impor.

Tak tanggung-tanggung, total ada sejumlah 200.000 ekor sapi bunting yang akan masuk ke Jawa Timur di tahun 2026 mendatang. 

 Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai melakukan audiensi dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Jakarta, Jumat (28/11/2025). 

Kompak bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, pertemuan ini diinisiasi Gubernur Khofifah untuk memperkuat koordinasi program strategis nasional khususnya swasembada susu.

“Tahun depan akan ada rencana masuknya 200 ribu dara bunting atau sapi bunting untuk memperkuat populasi sapi perah nasional,” kata Khofifah.

Baca juga: OJK Bantu Peternak Sapi Perah di Malang Naik Kelas Melalui Program Ekosistem Digital

Menurutnya, mendatangkan tambahan sapi perah dilakukan untuk mempercepat peningkatan produksi susu.

Terutama karena Jatim adalah provinsi penghasil susu terbesar di Indonesia, dan menyumbang lebih dari 50 persen produksi susu nasional. 

“Jawa Timur menyatakan kesiapan untuk menjadi bagian penting dalam penguatan program ini. Tahun ini Jatim  sudah berhasil mendatangkan 10 ribu sapi dara bunting sebagai penopang awal,” ujar Gubernur Khofifah.

Ia menambahkan, Jawa Timur memiliki ekosistem peternakan yang kuat, ditopang oleh infrastruktur memadai serta basis industri pengolahan susu yang selama ini berperan besar dalam menyuplai kebutuhan nasional.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi atas kinerja Gubernur Khofifah yang dinilai berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional.

“Jadi ini Gubernur kebanggaan kita, luar biasa. Beliau itu pekerja keras. Yang pertama, produksi padi nomor satu di Indonesia, juga jagung, kemudian daging, dan juga gula 50 persen lebih. Juga telur semua nomor satu, terdepan. Kami melihat kinerja beliau luar biasa,” kata Mentan Amran.

Amran juga mengungkapkan bahwa pembangunan PSN Sapi Perah akan dilakukan di dua kabupaten di Jawa Timur, yakni Blitar dan Banyuwangi.

“InsyaAllah kita akan kunjungan langsung ke sana untuk melihat capaian-capaian, khususnya program prioritas Bapak Presiden,” tegasnya.

Pengembangan PSN Sapi Perah di Jatim menjadi fokus yang serius dilakukan pemerintah pusat. Bahkan Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp 2,4 triliun di sana.

“Di sana kita target populasi 67.000 sapi perah dan luas area sekitar 13 hektare. Pendekatannya nanti semua terintegrasi, ada pakannya, ada susunya, dan ada offtaker-nya,” pungkasnya.

 

 


 

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved