Rabu, 15 April 2026

Pembunuhan Mahasiswi UMM

SOSOK Faradila Mahasiswi UMM Dibunuh Ipar Bripka AS, Pendiam Tapi Pemberani Pemegang Harta Keluarga

Sosok Faradila Mahasiswi UMM dibunuh ipar Bripka AS, pendiam tapi pemberani pemegang harta keluarga, ini update lengkap kasus tersebut.

|
SURYAMALANG.COM/Ahsan Faradisy/Istimewa
MAHASISWI UMM TEWAS - Potret Faradila Amalia Njawa (21) semasa hidup (KIRI), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tewas dibunuh kakak iparnya sendiri Bripka AS. Foto dokumentasi pribadi Bripka AS (KIRI) terduga pelaku yang masih diselidiki polisi. FAN ditemukan warga dalam kondisi tewas pada Selasa (16/12/2025) di aliran sungai pinggir Jalan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. 

"Yang bersangkutan untuk saat ini masih diamankan, ya. Jadi nanti 1 x 24 jam tentunya yang bersangkutan akan ditetapkan ditahan sebagai tersangka tentunya, berdasarkan bukti permulaan yang cukup," kata Jules di Balai Wartawan, Mapolda Jatim, Rabu (17/12/2025).

Untuk saat ini, polisi belum dapat mengungkap peran AS mengingat proses penyelidikan dan penyidikan masih bergulir. 

"Ya, jadi terkait dengan peran baik AS maupun pelaku lainnya nanti akan saya sampaikan dalam perkembangan setelah proses penyidikan dan alat bukti serta barang bukti terpenuhi selanjutnya," ujarnya. 

Korban Pemegang Harta Keluarga

Ramlan, ayah FAN mengungkapkan putrinya adalah sosok penting di keluarga, karena memegang dan mengatur urusan uang. 

Sehingga, pihak keluarga menduga kuat motif di balik pembunuhan ini karena masalah harta. 

"Kalau dugaan keluarga karena memang ingin menguasai harta, mengingat anak saya ini kayak bendahara keluarga," jelas Ramlan di Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Rabu (17/12/2025).

"Terlebih lagi saat ditemukan, beberapa barang anak saya seperti HP dan dompet yang berisi ATM tidak ditemukan. Tapi ATM nya sudah diurus dan sudah diblokir," tambahnya.

Ramlan mengakui, hubungan antara putrinya dan Bripka AS sudah lama tidak harmonis.

“AS dan anak saya ini memang bermusuhan sejak lama. Bukan hanya dengan FAN, tapi juga dengan kakak sulungnya. FAN sering melawan AS,” ujarnya. 

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Mahasiswi UMM, Jasad Ditemukan di Sungai Pasuruan Masih Kenakan Helm Pink

Ramlan menyebut, Bripka AS adalah anggota kepolisian yang bertugas di Polsek Krucil, Probolinggo, Unit Propam.

Menurut Ramlan, terdapat banyak kejanggalan dalam peristiwa kematian anaknya.

Saat jasad FAN ditemukan dalam kondisi terlentang dengan mengenakan helm berwarna pink, seluruh barang bawaan korban tidak ada di lokasi kejadian.

“Helm itu bukan punya anak saya. Helm tersebut diduga dibelikan baru di lokasi kejadian,” ungkap Ramlan. 

Ramlan juga menjelaskan, berdasarkan rekaman CCTV di tempat kos korban, FAN dijemput oleh ojek online pada Selasa malam sekitar pukul 08.14 WIB.

Sementara itu, dari CCTV di sekitar tempat kejadian perkara, terlihat sebuah mobil Strada Triton double cabin milik terduga pelaku mondar-mandir. 

Sumber: SuryaMalang
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved