Pembunuhan Mahasiswi UMM
SOSOK Faradila Mahasiswi UMM Dibunuh Ipar Bripka AS, Pendiam Tapi Pemberani Pemegang Harta Keluarga
Sosok Faradila Mahasiswi UMM dibunuh ipar Bripka AS, pendiam tapi pemberani pemegang harta keluarga, ini update lengkap kasus tersebut.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
SURYAMALANG.COM, - Sosok Faradila Amalia Njawa alias FAN, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tewas dibunuh kakak iparnya sendiri, Bripka AS, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang terdekat.
Di balik sifatnya yang pendiam dan perhatian, korban juga dikenal sebagai sosok pemberani, sekaligus memegang peran vital sebagai bendahara kepercayaan keluarga.
Motif penguasaan harta diduga kuat menjadi pemicu aksi keji oknum anggota polisi tersebut terhadap korban.
FAN ditemukan warga dalam kondisi tewas pada Selasa (16/12/2025) di aliran sungai pinggir Jalan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Baca juga: Ipar Adalah Maut, Polisi Bripka AS Habisi Nyawa Mahasiswi UMM, Polda Jatim Buru Sosok Pelaku Lain
Pada saat ditemukan, kondisi korban terlungkup (kepala di bawah kaki di atas), mengenakan jaket hitam, celana panjang warna krem, serta helm berwarna pink.
Jasad pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB oleh seorang warga yang hendak memanen jagung di lahan dekat lokasi kejadian.
Saat memarkir kendaraannya di sekitar jembatan, saksi melihat tubuh seorang perempuan berada di aliran sungai kecil dan tidak bergerak.
Saksi kemudian memanggil warga lain sebelum akhirnya melaporkan temuan tersebut ke Polsek Wonorejo.
Sosok Faradila Amalia Njawa Alias FAN
FAN merupakan wanita berusia 21 tahun asal Dusun Krajan, Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.
Selain itu, FAN juga tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Hukum (FH) semester 3 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Dalam informasi yang diterima SURYAMALANG.COM dari UMM, pihak kampus belum dapat bicara banyak mengenai kasus yang menimpa mahasiswi mereka, sebab menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Baca juga: Nyawa Mahasiswi UMM Dihabisi Polisi Bripka AS Diduga Karena Harta, Hubungan Keluarga Tidak Harmonis
UMM menyerahkan proses penanganan perkara kepada pihak kepolisian sesuai kewenangan dan prosedur hukum yang berlaku.
"Saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung. Sehingga, UMM tidak dalam posisi memberikan keterangan lebih lanjut mengenai substansi kasus tersebut," tulis UMM melalui keterangan pers, Rabu (17/12/2025).
Berdasarkan keterangan keluarga korban, FAN merupakan anak bungsu dari pasangan suami istri (pasutri) H. Ramlan (60) dan Siti (52).
Sedangkan kakak sulung korban bernama Yanu (36) dan kakak kedua korban bernama Husna (34) atau istri dari Bripka AS.
Pendiam Tapi Pemberani
Samsul (40) sopir pribadi keluarga korban menceritakan seperti apa sosok FAN.
Korban, menurut Samsul memiliki sifat pendiam dan perhatian.
Bahkan jika berada di rumah, korban jarang keluar rumah kecuali ingin membeli sesuatu di toko.
Kendati begitu, FAN adalah pribadi yang pemberani, serta loyal kepada Samsul.
"Orangnya pendiam, tapi pemberani. Jarang sekali keluar rumah, paling cuma beli di toko dekat rumah" ujarnya, Rabu (17/12/2025).
"Kalau saya antarkan balik ke Malang, pasti selalu bertanya rokok saya ada apa tidak, dan sudah makan apa tidak," lanjut Samsul.
Baca juga: Misteri Bripka AS Habisi Adik Iparnya yang Mahasiswi UMM, Diduga Ada Pelaku Lain yang Terlibat
Berdasarkan hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara, Watukosek, Sidoarjo, Samsul menceritakan di bagian leher ada bekas cekikan, bagian dahi ada bekas pukulan, di bagian nadi ada bekas tekanan dan di bagian paha ada bekas cubitan.
"Saya biasanya yang jemput dia (Korban) kalau mau pulang ke Probolinggo dan yang ngantarkan juga kalau mau balik. Jadi sama abah (Ayah korban) yang disuruh ke rumah sakit itu saya," kata Samsul.
Dari keterangan pihak kepolisian, lanjut Samsul, ada kejanggalan saat korban ditemukan.
Kejanggalan itu tampak saat helm korban dibuka dan ternyata rambut hingga pipi berlumuran lumpur, sedangkan helm yang dikenakan seperti baru beli.
"Kalau helm nya sendiri masih ada di kosnya sama sepeda motornya. Mungkin, dipakaikan biar dikira jadi korban begal, terlebih lagi HP dan tas nya juga hilang," ungkap Samsul.
Terduga Pelaku Bripka AS
Berdasarkan penyelidikan polisi, terduga pelaku adalah seorang anggota polisi berpangkat Bripka berinisial AS, sekaligus kakak ipar korban.
Saat ini, AS sudah ditangkap oleh Anggota Tim Jatanras Polda Jatim, namun masih dalam tahap pengembangan penyelidikan.
Bripka AS menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jatim dan Bidang Propam Polda Jatim, sejak hari kejadian hingga Rabu (17/12/2025).
Baca juga: Hal Ganjil Saat Penemuan Jasad Mahasiswi UMM Korban Pembunuhan: Bekas Cekikan dan Helm Pink Baru
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast memastikan, Bripka AS akan ditetapkan sebagai tersangka setelah semua bukti dan pemeriksaan dirasa cukup.
"Yang bersangkutan untuk saat ini masih diamankan, ya. Jadi nanti 1 x 24 jam tentunya yang bersangkutan akan ditetapkan ditahan sebagai tersangka tentunya, berdasarkan bukti permulaan yang cukup," kata Jules di Balai Wartawan, Mapolda Jatim, Rabu (17/12/2025).
Untuk saat ini, polisi belum dapat mengungkap peran AS mengingat proses penyelidikan dan penyidikan masih bergulir.
"Ya, jadi terkait dengan peran baik AS maupun pelaku lainnya nanti akan saya sampaikan dalam perkembangan setelah proses penyidikan dan alat bukti serta barang bukti terpenuhi selanjutnya," ujarnya.
Korban Pemegang Harta Keluarga
Ramlan, ayah FAN mengungkapkan putrinya adalah sosok penting di keluarga, karena memegang dan mengatur urusan uang.
Sehingga, pihak keluarga menduga kuat motif di balik pembunuhan ini karena masalah harta.
"Kalau dugaan keluarga karena memang ingin menguasai harta, mengingat anak saya ini kayak bendahara keluarga," jelas Ramlan di Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Rabu (17/12/2025).
"Terlebih lagi saat ditemukan, beberapa barang anak saya seperti HP dan dompet yang berisi ATM tidak ditemukan. Tapi ATM nya sudah diurus dan sudah diblokir," tambahnya.
Ramlan mengakui, hubungan antara putrinya dan Bripka AS sudah lama tidak harmonis.
“AS dan anak saya ini memang bermusuhan sejak lama. Bukan hanya dengan FAN, tapi juga dengan kakak sulungnya. FAN sering melawan AS,” ujarnya.
Baca juga: Kronologi Pembunuhan Mahasiswi UMM, Jasad Ditemukan di Sungai Pasuruan Masih Kenakan Helm Pink
Ramlan menyebut, Bripka AS adalah anggota kepolisian yang bertugas di Polsek Krucil, Probolinggo, Unit Propam.
Menurut Ramlan, terdapat banyak kejanggalan dalam peristiwa kematian anaknya.
Saat jasad FAN ditemukan dalam kondisi terlentang dengan mengenakan helm berwarna pink, seluruh barang bawaan korban tidak ada di lokasi kejadian.
“Helm itu bukan punya anak saya. Helm tersebut diduga dibelikan baru di lokasi kejadian,” ungkap Ramlan.
Ramlan juga menjelaskan, berdasarkan rekaman CCTV di tempat kos korban, FAN dijemput oleh ojek online pada Selasa malam sekitar pukul 08.14 WIB.
Sementara itu, dari CCTV di sekitar tempat kejadian perkara, terlihat sebuah mobil Strada Triton double cabin milik terduga pelaku mondar-mandir.
"Bahkan mobil double cabin itu saya sendiri yang membelikannya,” kata Ramlan.
Ramlan mengaku mendapat informasi awal dari Kapolres Pasuruan terkait penemuan jasad putrinya.
Baca juga: Breaking News : Pembunuhan Mahasiswi UMM di Pasuruan Libatkan Oknum Polisi
Saat Ramlan dihubungi, korban ditemukan di dalam parit wilayah Pasuruan, sebelum akhirnya dilakukan penyelidikan lanjutan, dan identitas FAN berhasil diidentifikasi melalui sidik jari.
Ramlan mengaku komunikasi terakhir dengan putrinya tiga hari sebelum kejadian atau pada tanggal 14 Desember 2025 .
Saat itu, korban meminta untuk diisikan token listrik, sebab sedang berada di Malang.
Setelah mengetahui jika anak bungsunya ditemukan meninggal dunia dan berada di RS Bhayangkara Watukosek, Sidoarjo, Ramlan tak menduga terduga pelakunya adalah anggota keluarga sendiri.
Ramlan bahkan masih meminta Bripka AS yang saat itu sedang berada di rumahnya sendiri Kecamatan Kraksaan, untuk ke Sidoarjo mengurus jenazah korban bersama dua sopir pribadinya.
Korban lalu tiba di rumah duka di Dusun Krajan, Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 21.20 WIB dan dikebumikan sekitar pukul 22.00 WIB .
Dugaan Pelaku Lain
Anggota Tim Jatanras Polda Jatim, hingga kini, masih melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk menangkap pihak lain yang diduga kuat ikut terlibat.
"Dari hasil penyelidikan sementara yang diduga masih ada pelaku lainnya" ungkap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast.
"Jadi yang bersangkutan tidak melakukan sendirian terhadap tindak pidana yang terjadi," jelasnya.
Baca juga: Mahasiswi UMM Diduga Dibunuh Polisi Bripka AS, Pihak Kampus Pasrahkan Proses Hukum kepada Aparat
Oleh karena itu, Jules mengimbau masyarakat yang mengetahui duduk perkara kasus tersebut terutama sosok pelaku lain yang dimungkinkan terlibat, agar segera melapor ke markas kepolisian setempat.
"Warga masyarakat yang mengetahui terkait dengan peristiwa tersebut, dan terutama juga keberadaan pelaku lainnya agar menginformasikan kepada kami dari pihak kepolisian, baik di Polda, Polres maupun Polsek terdekat" jelasnya.
"Kami dari Polda Jatim juga memastikan akan memproses kasus ini secepat-cepatnya dan secara transparan," pungkas Jules.
(Reporter Suryamalang.com/Rifky Edgar/Ahsan Faradisy/Luhur Pambudi)
Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp
Pembunuhan Mahasiswi UMM
mahasiswi UMM
Faradila Amalia Njawa
Universitas Muhamadiyah Malang
Pasuruan
Probolinggo
Malang
Bripka AS
Polda Jatim
meaningful
multiangle
SURYAMALANG.COM
| Permintaan Terakhir Faradila Pada Bripka Agus dan Suyitno, Nyawanya Melayang di Perjalanan ke Cangar |
|
|---|
| BREAKING NEWS : Eksekusi Pembunuhan Mahasiswi UMM Ternyata Dilakukan di Kota Batu |
|
|---|
| Alasan Polda Jatim Jerat Bripka AS Pembunuhan Berencana Mahasiswi UMM, Ambil Uang Rp 10 Juta |
|
|---|
| Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi Digelar karena Beda Keterangan Bripka Agus Suleman dan Suyitno |
|
|---|
| The Real Ipar Adalah Maut, Polda Jatim Ungkap Motif Bripka Agus Suleman Bunuh Faradila Amalia Najwa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/SOSOK-FAN-Mahasiswi-UMM-Dibunuh-Ipar-Bripka-AS-Pendiam-Tapi-Pemberani-Pemegang-Harta-Keluarga.jpg)