Banyuwangi
Kesaksian Winda Tempuh 37 Jam Denpasar-Malang: 20 Jam Terjebak Macet Horor di Gilimanuk
Biasanya hitungan jam, tahun ini Winda Sari harus kuat bertahan 20 jam cuma untuk antre kapal! Total 37 jam di jalan demi bisa sampai ke Malang.
Laporan Wartawan SURYAMALANG.COM, Nurika
Ringkasan Berita:
- Lonjakan arus mudik di jalur Bali-Jawa mencapai puncaknya akibat kombinasi momentum menjelang Lebaran, libur sekolah, dan hari raya Nyepi.
- Winda Sari menceritakan perjuangannya membawa balita berusia dua tahun terjebak macet total di wilayah Melaya hingga Hutan Cekik.
- Kondisi ini juga memaksa pemudik lain beralih menggunakan jasa ojek melalui jalan tikus demi menembus antrean kendaraan yang saling serobot dan melawan arah agar bisa mencapai pelabuhan lebih cepat.
SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Pengalaman mudik tahun ini menjadi yang terlama sekaligus paling melelahkan bagi Winda Sari (32), pemudik asal Malang yang bekerja di Denpasar.
Bagaimana tidak, perjalanan yang biasanya hanya memakan waktu singkat, kini membengkak menjadi total 37 jam akibat kemacetan horor menuju Pelabuhan Gilimanuk pada Senin (16/3/2026).
Winda terjebak selama 20 jam hanya untuk bisa menyeberang ke Pulau Jawa, di tengah antrean kendaraan yang mengular hingga lebih dari 20 kilometer.
Perjalanan 37 Jam Denpasar ke Malang
Perjalanan mudik Winda dari Denpasar ke Malang biasanya bisa ditempuh dalam waktu lima jam.
Akan tetapi tahun ini, Winda mengaku harus melewati ujian perjalanan panjang akibat kemacetan parah menuju pelabuhan.
Winda tidak sendiri, ia berangkat mudik bersama suami dan anaknya yang masih berusia dua tahun.
Baca juga: Solusi Menhub Urai Kemacetan Horor di Gilimanuk 35 Km: 16 Pemudik Pingsan, 35 Kapal Dikerahkan
“Macet parah, naik bus, ditambah antre kapal. Total kemarin 20 jam perjalanan dari Denpasar sampai antre kapal,” ujar Winda, Senin (16/3/2026).
Setelah berhasil menyeberang, Winda kemudian melanjutkan perjalanan menuju Malang dengan total waktu tempuh yang sangat fantastis.
“Kalau total 37 jam baru sampai Malang. Ini mudik terlama saya,” katanya.
Siasat Naik Ojek demi Kejar Kereta
Pengalaman serupa juga dialami Ansori (43), warga Sidoarjo yang mudik dari Denpasar menuju Jawa.
Ansori mengatakan, kemacetan parah terjadi di sekitar wilayah Melaya dan Hutan Cekik menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Akibat antrean kendaraan yang sangat panjang, Ansori akhirnya memilih turun dari bus dan melanjutkan perjalanan menggunakan ojek menuju pelabuhan.
“Antrean lebih dari 20 kilometer, jadi saya turun naik ojek. Kalau tidak begitu bisa ketinggalan kereta. Mending nunggu lama tapi di stasiun,” ujar Ansori saat ditemui di Stasiun Ketapang, Banyuwangi.
Baca juga: Ketapang-Gilimanuk Macet saat Arus Mudik, Anggota DPR RI Desak Pemerintah Tambah Dermaga
Menurut Ansori, pengemudi ojek lebih mengetahui jalan alternatif sehingga bisa menghindari antrean kendaraan yang panjang.
macet di Gilimanuk
macet parah di Gilimanuk
Pelabuhan Gilimanuk
Gilimanuk
Ketapang-Gilimanuk
Malang
arus mudik 2026
SURYAMALANG.COM
| Update Jalur Ketapang Setelah Sepekan Macet hingga 15 KM Akhirnya Clear dan Lancar Hari Ini |
|
|---|
| Penumpang Bandara Banyuwangi Tumbuh 5 Persen pada Lebaran 2026, Penerbangan Naik 44 Persen |
|
|---|
| Macet di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Belum Berakhir, Anggota TNI Diterjunkan Urai Kemacetan |
|
|---|
| Kemacetan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Belum Terurai, Pengguna Jasa Merugi dan Mengeluh |
|
|---|
| Akar Masalah Macet Ketapang-Gilimanuk: 56 Kapal Tersedia, Kapasitas Dermaga Hanya untuk 28 Armada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Kesaksian-Winda-Tempuh-37-Jam-Denpasar-Malang-20-Jam-Terjebak-Macet-Horor-di-Gilimanuk.jpg)