Kota Malang
Napi Perempuan Asal Malaysia Bebas dari Lapas Perempuan Malang, Segera Dilakukan Deportasi
Napi Perempuan Asal Malaysia Bebas dari Lapas Perempuan Malang, Segera Dilakukan Deportasi
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Narapidana (napi) asal Malaysia berinisial NA resmi bebas dari Lapas Perempuan Kelas II A Malang.
Ia dinyatakan bebas murni, karena telah selesai menjalani masa pidana selama 9 tahun penjara karena terjerat kasus narkoba.
Kepala Lapas Perempuan Malang, Yunengsih mengatakan, bahwa NA merupakan napi pindahan dari Lapas Perempuan Tangerang.
"Yang bersangkutan (NA) ditangkap di Jakarta dan menjalani masa pidana lima tahun di Lapas Perempuan Tangerang."
"Kemudian, ia dipindah kesini dan menjalani masa pidana empat tahun," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (17/9/2025).
Selama mendekam di Lapas Perempuan Malang, NA berkelakuan baik dan aktif mengikuti kegiatan kepribadian serta pembinaan kerja.
Sehingga, ia memiliki skill ketrampilan dan sikap mental yang baik untuk siap kembali ke masyarakat.
Baca juga: Ada Lokasi Nongkrong Syahdu di Pasar Talun Kayutangan Kota Malang
Selanjutnya, NA pun diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang untuk kemudian segera dilakukan proses deportasi atau pemulangan ke negara asal.
Sementara itu, Kepala Seksi Teknologi dan Informasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, Endra menuturkan, bahwa NA ditempatkan di ruang detensi selama menunggu proses pengurusan deportasi.
"Karena NA ini merupakan warga negara asing (WNA), maka proses deportasi pasti akan dilakukan."
"Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak kedutaan Malaysia," terangnya.
Dirinya menuturkan, bahwa NA memiliki paspor tetapi masa berlakunya sudah habis.
Sehingga nantinya dalam proses deportasi, menggunakan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang dikeluarkan oleh kedutaan Malaysia di Indonesia.
"Jadi, paspornya ada tetapi masa berlakunya telah habis. Sehingga, kami hanya menunggu SPLP dari kedutaan Malaysia dalam minggu ini," tambahnya.
Selain itu, pihak Imigrasi Malang juga akan memproses pencekalan terhadap NA. Sehingga, ia tidak dapat kembali lagi ke wilayah Indonesia.
| Rute Trans Jatim Malang–Kepanjen Segera Rilis Tahun Ini, Tarif Tetap Rp5.000 Jauh-Dekat |
|
|---|
| Latja di Malang, Taruna Akpol Angkatan 58 Kunjungi Korban Tragedi Kanjuruhan hingga Carikan Kerja |
|
|---|
| Kantor Staf Kepresidenan Bakal Bantu Sekolah Rakyat di Kota Malang Miliki Gedung Permanen |
|
|---|
| Pemkot Malang Wacanakan Bangun Gedung Koperasi Merah Putih di Lahan Sawah Dilindungi, Bukan RTH |
|
|---|
| Tinjau Dapur SPPG di Kota Malang, Jenderal Dudung Kepincut Burger Singkong: Proteinnya Lebih Tinggi! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/WNA-asal-Malaysia-berinsial-NA-bebas-dari-Lapas-Perempuan-Kelas-II-A-Malang.jpg)