Kamis, 11 Juni 2026

Kelas Digital Malang Raya

Sekolah Sabilillah Malang Pionir Pembelajaran Digital dengan Interactive Flat Panel di Kelas

Sekolah Sabilillah Malang telah menerapkan Interactive Flat Panel (IFP) atau smart board di beberapa ruang kelas sejak 2022

Tayang:
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/PURWANTO
IFP - Penerapan nteractive Flat Panel (IFP) atau smart board di Sekolah Sabilillah Malang 

Siswa dapat langsung mengerjakan tugas di layar, mengakses materi dari rumah, hingga mengikuti pembelajaran jarak jauh ketika berada di luar kota atau luar negeri. 

"Begitu pelajaran selesai, nilai siswa bisa langsung muncul di sistem. Tidak perlu menunggu koreksi manual," terangnya.

Awwat mengakui bahwa di awal penerapan, beberapa guru sempat mengalami kesulitan dalam beradaptasi.

Namun, pelatihan intensif yang dilakukan sebelum tahun ajaran baru membuat guru cepat menyesuaikan diri.

"Kami punya Pusat Sobat Belajar, tim khusus yang membantu guru saat menghadapi kendala teknis,” tuturnya.

Selain mempermudah guru, teknologi ini juga memacu kreativitas siswa. 

Dalam praktik pembelajaran, guru dapat menampilkan video, grafik, maupun simulasi langsung di layar interaktif. 

"Siswa tidak perlu lagi mencatat manual karena catatan guru otomatis tersimpan di akun masing-masing dan bisa diakses dari rumah," imbuhnya.

Adanya smart board cukup membantu Charissa Aurelia Putri, siswi kelas 7 di SMP Sabilillah Malang dalam mengenyam pendidikan di kelas.

Awalnya, ia sempat kesulitan untuk membiasakan diri belajar di kelas dengan menggunakan laptop dan smart board.

Namun, lama kelamaan, digitalisasi pembelajaran ini dirasanya cukup efektif dan lebih praktis.

"Awal masuk sini agak kaget. Karena saya dari SD negeri lalu SMP di Sabilillah yang belajar pakai IFP,"

"Itu susah awalnya buat ngebiasain lalu juga bawa laptop. Dulu gak pernah pakai laptop,"

"Tapi lama-kelamaan kok malah lebih enak pakai IFP ini," ungkapnya.

Perempuan yang akrab disapa Rissa itu menganggap penggunaan smart board justru lebih efektif dan praktis.

Ia tak perlu untuk menghapus tulisan apabila ada yang salah, dan tidak merasa ketinggalan materi dari penjelasan yang disampaikan oleh guru.

"Ya sekarang lebih enak. Kalau ada yang salah itu gak perlu dihapus, tinggal digeser saja,"

"Lalu materi dari guru sudah ada. Jadi lebih mudah," tandasnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved