Kabupaten Malang
Anak Tidak Sekolah di Poncokusumo Malang Diduga Dongkrak Pernikahan Dini, Tugas Tim Saber ATS
Tingginya jumlah ATS di Kecamatan Poncokusumo menjadi perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Malang.
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kecamatan Poncokusumo yang tinggi dinilai berkaitan dengan tingginya angka pernikahan dini.
- Jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang angkanya mencapai 950 anak.
- Untuk mengatasi permasalahan ini, pihak kecamatan telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) ATS
SURYAMALANG,COM, MALANG - Jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kecamatan Poncokusumo yang tinggi dinilai berkaitan dengan tingginya angka pernikahan dini di wilayah tersebut.
Jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang masih tinggi, angkanya mencapai 950 anak.
Baca juga: 23 Anak Tidak Sekolah Kabupaten Malang Ikut Pelatihan Tata Kecantikan Rambut
Sementara data dari dashboard ATS Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebanyak 19.960 anak tidak sekolah pada 2025 di Kabupaten Malang. Baik itu drop out (DO), lulus tidak melanjutkan (LTM), maupun belum pernah bersekolah (BPB).
Di Kecamatan Poncokusumo, dengan data sebanyak 950 ATS dengan rincian 231 anak BPB.
Jenjang SD/sedarajat 17 anak DO dan 113 anak LTM.
Untuk jenjang SMP/sedarajat ada 209 anak DO dan 219 LTM.
Sedangkan jenjang SMA/sedarajat ada 150 anak DO, dan 11 orang di atas usia sekolah.
Dari jumlah tersebut, Poncokusumo menduduki tertinggi keempat setelah Kecamatan Dampit, Sumbermanjing Wetan, dan Singosari di Kabupaten Malang.
Tingginya jumlah ATS di Kecamatan Poncokusumo menjadi perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Malang.
"Banyaknya ATS yang tidak tuntas sampai 12 tahun ini berkolerasi dengan banyaknya angka pernikahan dini di wilayah Poncokusumo. Jadi itu menjadi salah satu penyebabnya banyaknya ATS," kata Camat Poncokusumo, Didik Agus Mulyono.
Selain itu, faktor utama ATS antara lain karena ekonomi, kemudian kurangnya motivasi dari orang tua, ingin segera bekerja, dan faktor ingin segera menikah.
Baca juga: Upaya Pemkab Malang Atasi Permasalahan Anak Tidak Sekolah, Tekan Angka 19 Ribu jadi Zero ATS
Satgas Saber ATS
Untuk mengatasi permasalahan ini, pihak kecamatan telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) ATS di tingkat kecamatan yang diketui olehnya.
Satgas Saber ATS melibatkan stakeholder terkait baik itu dari pendidikan formal dan non formal, sekolah negeri dan swasta atau sekolah di bawah naungan kementerian agama (Kemenag), termasuk tokoh masyarakat hingga jajaran forum pimpinan kecamatan (Forkopimcam).
"Tugas utama saber ATS itu pertama mengidentifikasi dan memverifikasi ats, kedua mengajak mereka sekolah kembali baik formal maupun non formal, ketiga mendampingi agar anak-anak yang kembali sekolah tadi tetap berkomitmen melanjutkan sampai lulus," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/jadwal-masuk-sekolah.jpg)