Senin, 27 April 2026

Kabupaten Malang

Tebar Garam dan Kapur Jadi Upaya Cegah Cuaca Ekstrem di Wilayah Malang Selatan

Sekdaprov Jawa Timur, Adhy Karyono, meninjau operasi modifikasi cuaca di Base Ops Lanudal Juanda, Rabu (10/12/2025).

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Fatimatuz Zahro
CEGAH BENCANA - Sekdaprov Jawa Timur, Adhy Karyono, meninjau operasi modifikasi cuaca di Base Ops Lanudal Juanda, Rabu (10/12/2025). Langkah modifikasi cuaca ini menjadi upaya untuk mencegah bencana hidrometeorologi di Jatim. 

Ringkasan Berita:
  • Sekdaprov Jawa Timur, Adhy Karyono, meninjau operasi modifikasi cuaca di Base Ops Lanudal Juanda, Rabu (10/12/2025)
  • Langkah modifikasi cuaca ini menjadi upaya untuk mencegah bencana hidrometeorologi di Jatim, utamanya di jelang puncak musim hujan, saat potensi intensitasnya hujan mulai tinggi di sejumlah wilayah

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Sekdaprov Jawa Timur, Adhy Karyono, meninjau operasi modifikasi cuaca di Base Ops Lanudal Juanda, Rabu (10/12/2025).

Langkah modifikasi cuaca ini menjadi upaya untuk mencegah bencana hidrometeorologi di Jatim, utamanya di jelang puncak musim hujan, saat potensi intensitasnya hujan mulai tinggi di sejumlah wilayah.

“Kalau kita hitung ini sudah sortie ke 10 modifikasi yang kita lakukan."

"Dan Alhamdulillah berdampak, yang semula wilayah berpotensi hujan besar menjadi kecil, ada juga yang sampai tidak terjadi hujan,” kata Adhy.

Untuk hari ini, telah dilakukan dua kali penebaran garam dengan target sasaran di kawasan Malang Selatan.

Menggunakan pesawat caravan, malam ini akan dilanjutkan penebaran satu sortie lagi namun dengan menggunakan kapur.

Sebanyak satu ton kapur telah disiapkan untuk mulai ditebarkan kembali di kawasan Malang Selatan.

Baca juga: Dishub Kota Malang Matangkan Skema Lalu Lintas Jelang Natal dan Tahun Baru 2025/2026

“Yang tadi kita tebar pakai garam seberat 1 ton, tapi yang sekarang pakai kapur supaya tidak jadi hujan,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan dalam operasi modifikasi cuaca ada dua material yang disebar. Ada garam dan kapur.

Untuk garam, disebar pada awan yang kondisinya sudah matang untuk dipercepat turun hujan di wilayah yang memang dikehendaki.

Sedangkan untuk kapur, dipergunakan untuk mengurai awan agar tidak sampai terjadi hujan di wilayah yang di target.

“Upaya ini kita lakukan sebagai antisipasi bencana hidrometeorologi yang sesuai perkiraan saat ini sudah menjelang puncak musim hujan di bulan Januari,” tegas Adhy.

“Karena kita tidak ingin kalau terjadi bencana nanti ada persoalan banjir, kalau banjir maka risiko korban sangat banyak."

"Maka OMC ini akan mencegah banjir, banjir bandang maupun longsor,” imbuhnya.

Adhy memastikan operasi modifikasi cuaca akan berlangsung hingga akhir Desember 2025.

Sebab di tanggal 15 Desember nanti berdasarkan prediksi cuaca BMKG terjadi potensi hujan besar di Banyuwangi, Situbondo dan juga Bondowoso.

Maka di waktu tersebut operasi modifikasi cuaca akan dipusatkan di sana.

“Demikian juga kalau di tanggal 19 kita sudah mulai kerahkan karena ada potensi juga."

"Kita akan terus lakukan OMC dengan berkoordinasi dengan BMKG,” pungkasnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved