Senin, 8 Juni 2026

Kabupaten Malang

Wisatawan dan Perhutani KPH Malang Lepas Tukik di Pantai Bajulmati saat Libur Nataru

Wisatawan diajak Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang bersama BSTC untuk melepaskan tukik di Pantai Bajulmati

Tayang:
Penulis: Purwanto | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Purwanto
PANTAI BAJULMATI - Tukik (anak penyu) saat dilepas menuju samudera di Pantai Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Sabtu (27/12/2025). Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang dan BSTC (Bajulmati Sea Turtle Conservation) bersama wisatawan melepasliarkan 200 tukik menuju habitatnya untuk menjaga ekosistem laut. 

Ringkasan Berita:

SURYAMALANG.COM, MALANG - Momen tidak terlupakan dirasakan wisatawan saat berkunjung ke Pantai Bajulmati di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Sabtu (27/12/2025).

Mereka datang tidak hanya menikmati debur ombak Pantai Bajulmati saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), namun juga mendapat pengalaman yang berharga.

Para wisatawan, mulai dari orangtua, remaja hingga anak-anak, diajak Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang bersama BSTC (Bajulmati Sea Turtle Conservation) melepas tukik (anak penyu) jenis Penyu Hijau menuju habitatnya.

Tukik yang populasinya terancam punah itu dilepas menuju samudera dengan penuh tawa bahagia dan haru oleh wisatawan sebagai spesies kunci yang menjaga kesehatan ekosistem laut, seperti terumbu karang serta berperan dalam sirkulasi nutrisi di laut.

Ketua BSTC, Sutari menjelaskan jika misi utama yakni penyelamatan penyu agar populasinya tidak punah.

Baca juga: Seratus Tukik Dilepas-liarkan dan Ribuan Bibit Mangrove Ditanam di Pantai Banyuwangi

"Karena tetap ya misi kita penyelamatan, selepas kita relokasi, kita tetaskan dalam inkubasi sudah menetas, kita harus lepas liarkan," terang Sutari.

"Penyu dan tukik ini tidak bisa ditangkarkan atau dibesarkan, karena kalau dibesarkan sifat ketergantungan muncul."

"Maka dari itu, penyu migrasi harus kita lepaskan supaya bisa cepat merawat ekosistem yang di laut," tambahnya.

Sutari menuturkan jika penyu mempunyai peran yang besar dalam ekosistem laut.

"Karena penyu ini berfungsi sangat banyak sekali untuk menyelamatkan ekosistem yang di laut."

"Terumbu karang yang mati terbungkus lumpur, plastik, ini salah satunya penyu yang bisa membuka pori-pori," tuturnya.

"Terumbu karang yang mati tadi dimunculi alga, nah alga dimakan penyu, akhirnya pori-pori tumbuh kembali," tambahnya.

"Fungsi terumbu karang ini bisa menahan gelombang, terus bisa buat persembunyian ikan-ikan kecil. Ikan-ikan kecil itu bisa bertelur di situ."

"Jadi populasi ikan itu semakin banyak, laut lestari gara-gara si penyu tadi," urainya.

Sementara itu, Kepala Perhutani KPH Malang, Kelik Djatmiko menjelaskan pihaknya terus berkolaborasi dengan BSTC serta BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) dalam pelestarian alam salah satunya dengan penyelamatan penyu.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved