Selasa, 9 Juni 2026

Kabupaten Malang

Wisatawan dan Perhutani KPH Malang Lepas Tukik di Pantai Bajulmati saat Libur Nataru

Wisatawan diajak Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang bersama BSTC untuk melepaskan tukik di Pantai Bajulmati

Tayang:
Penulis: Purwanto | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Purwanto
PANTAI BAJULMATI - Tukik (anak penyu) saat dilepas menuju samudera di Pantai Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Sabtu (27/12/2025). Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang dan BSTC (Bajulmati Sea Turtle Conservation) bersama wisatawan melepasliarkan 200 tukik menuju habitatnya untuk menjaga ekosistem laut. 

"Jadi hari ini kita akan melepaskan tukik ke laut, agar semakin berkembang di laut."

"Ini merupakan agenda yang sudah berulang kali dilakukan oleh BSTC maupun Perhutani bekerjasama dengan BKSDA."

"Hari ini kita lepas 200 an tukik menuju habitatnya bersama wisatawan juga," tambahnya.

Perhutani KPH Malang memfasilitasi tempat dikawasan hutan untuk pelestarian penyu.

Tidak hanya itu, keamanan maupun petugas-petugas yang dibutuhkan untuk menjaga juga diberikan.

"Jadi kita support penuh selain tempat, juga kita siapkan keamanan maupun petugas-petugas yang dibutuhkan untuk menjaga dan lain sebagainya kita support," tutur Kelik.

Pihaknya membuka penuh peluang bagi siapapun untuk bekerjasama terutama untuk pelestarian alam dan lingkungan.

"Saya kira sangat terbuka untuk berkolaborasi, bekerja sama dengan NGO (Non Governmental Organization) dan masyarakat yang peduli dengan lingkungan," katanya.

"Yang jelas kalau NGO kan itu kerjasama non-profit ya. Saya yakin untuk mekanisme kerjasamanya harus ada pengajuan, dan secara administrasi mungkin tidak banyak persyaratan yang harus dipenuhi," tambahnya.

Wisatawan yang hadir langsung sangat senang dengan kegiatan tersebut, bahkan baru pertama kali melihat dan melepaskan tukik menuju habitatnya.

Diah Hindayati, wisatawan asal Kota Malang, mengaku senang saat melepas tukik.

"Karena saya terus terang saya belum tahu ya antara perbedaan tukik dan penyu, serta kura-kura. Ternyata memang beda, jauh beda banget," terang Diah.

"Tadi di depan dijelaskan kalau penyu itu 20 tahun lagi akan kembali ke tempat telur yang pertama."

"Excited banget sih saya baru kali ini lihat yang namanya tukik itu. Karena selama ini tahunya itu kan kura-kura Brazil gitu-gitu. Ini excited banget." tambahnya.

Hal senada juga dikatakan Khansa Sadya Nabilah yang saat itu menikmati liburan dan diajak melepas tukik ke pantai.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved