Kota Malang
Pemkot Malang Siapkan Penataan Splendid Jadi Solusi PKL dan Parkir Alun-Alun
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan penataan itu akan dikemas dalam konsep kawasan wisata terpadu yang terhubung dengan Kayutangan Heritage.
Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Pemkot) Malang menyiapkan penataan kawasan Seplendid sebagai salah satu solusi untuk mengatasi persoalan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir di sekitar Alun-Alun dan Kayutangan Kota Malang.
- Pemkot berencana merapikan pasar, bantaran sungai, hingga jalur penghubung agar kawasan tersebut mampu mengimbangi potensi wisata Kayutangan Heritage.
- Bahkan, Pemkot membuka peluang pembangunan jembatan ekonomi yang menghubungkan Kayutangan Heritage dengan Splendid
SURYAMALANG.COM, MALANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan penataan kawasan Seplendid sebagai salah satu solusi untuk mengatasi persoalan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir di sekitar Alun-Alun dan Kayutangan Kota Malang.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan penataan itu akan dikemas dalam konsep kawasan wisata terpadu yang terhubung dengan Kayutangan Heritage.
“Untuk mengatasi persoalan PKL dan parkir di Alun-Alun, salah satu solusinya adalah penataan kawasan Splendid, termasuk pasar senggol. Akan kita tata ulang supaya lebih rapi dan punya daya tarik,” kata Wahyu, Senin (12/1/2026).
Baca juga: Pembentukan Koperasi Merah Putih di Kota Malang Tetap Berjalan Meski Terkendala Masalah Lahan
Menurutnya, kawasan di sepanjang sungai dekat Splendid saat ini terlihat kumuh dan belum tertata dengan baik.
Pemkot berencana merapikan pasar, bantaran sungai, hingga jalur penghubung agar kawasan tersebut mampu mengimbangi potensi wisata Kayutangan Heritage.
Bahkan, Pemkot membuka peluang pembangunan jembatan ekonomi yang menghubungkan Kayutangan Heritage dengan Splendid.
Kawasan ini nantinya akan terintegrasi dengan berbagai destinasi di pusat kota, seperti Tahura di belakang Balai Kota, Stasiun Kota Baru, Alun-Alun Bunder, hingga Alun-Alun Merdeka yang sedang direvitalisasi.
“Kalau semua sudah tersambung, wisatawan yang datang bisa menikmati heritage, pasar senggol, Tahura, Alun-Alun Bunder, sampai Alun-Alun yang sedang direvitalisasi. Ini jadi satu kesatuan destinasi,” ujarnya.
Baca juga: PKL Kayutangan Nilai Hukuman Sosial Bisa Jadi Efek Jera bagi Pelanggar
Relokasi PKL
Terkait PKL di sekitar Alun-Alun, Wahyu menegaskan komitmennya untuk menyediakan lokasi relokasi yang layak.
Ia mengingatkan pernah berjanji akan melokalisir PKL agar tetap bisa berusaha tanpa mengganggu ketertiban kota.
“Kemarin kami sudah keliling bersama DPRD, kami akan tata. Harapannya PKL dan parkir tertata, wisatawan nyaman, masyarakat juga terfasilitasi,” katanya.
Selain penataan fisik, Pemkot juga akan menghidupkan kembali Taman Rekreasi Kota di belakang Balai Kota Malang yang lama tidak termanfaatkan.
Kawasan ini akan dikembangkan sebagai ruang rekreasi yang terhubung dengan jalur wisata sepanjang Sungai Brantas.
Baca juga: Pengembangan Wisata Heritage dari Kayutangan ke Splendid Perlu Memperhatikan Regulasi dan Sejarah
Jadwal Pertunjukan Seni
Tak hanya itu, Wahyu juga menyiapkan penguatan atraksi budaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Kondisi-Pasar-Splendid-di-Kota-Malang-Senin-1212026.jpg)