Selasa, 12 Mei 2026

Kota Malang

Kota Malang Butuh Pasar Khusus Produk UMKM

Pelaku UMKM asal Kelurahan Karangbesuki, Sukun, Susy Kurnia, mengusulkan agar Pemkot Malang membangun satu pasar khusus yang menjual produk UMKM

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Purwanto
IULUSTRASI - PASAR KLOJEN - Aktivitas jual-beli di Pasar Klojen, Kota Malang. Pasar Klojen banyak menjual produk UMKM. Pelaku UMKM, Susy Kurnia berpendapat bahwa Kota Malang perlu memiliki satu pasar khusus yang menjual produk UMKM. 

“Bagaimana menjembatani pelaku usaha kecil supaya bisa menjangkau pasar?” ujarnya.

Ia mengapresiasi keberadaan Galeri UMKM di Kecamatan Sukun yang sudah memfasilitasi pelaku usaha.

Namun, lokasi galeri dinilai kurang strategis untuk wisatawan.

“Target market-nya siapa? Orang yang datang ke kantor kecamatan saja. Wisatawan tidak mungkin ke sana,” kata Susy.

Diskopindag Kota Malang Pilih Langkah Pendampingan


Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang mengandalkan langkah pendampingan untuk mengangkat pelaku atau produk UMKM

Kepala Dinas Kopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan strategi percepatan pemenuhan target UMKM naik kelas adalah pendampingan.

Strategi yang ia sebut sudah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.

Langkah pendampingan oleh tim pendamping cakupannya akan diperluas hingga menyentuh 50 sampai 100 UMKM.

Selain itu, tim pendamping juga diminta lebih detail dalam memberikan materi pelatihan, seperti mengenai pengemasan produk dan pemasaran.

Penguatan ini dilakukan karena pada 2025 jumlah UMKM yang naik kelas tidak memenuhi target.

UMKM dikatakan naik kelas ketika tercatat mengalami peningkatan, seperti dari segi omzet, kelengkapan legalitas usaha, serta kualitas produk.

Baca juga: UMKM Kota Malang Naik Kelas, Ekspor Produk Perdana ke Selandia Baru

Untuk diketahui, Diskopindag mencanangkan target 10 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa naik kelas pada periode 2026. 

Kepala Dinas Kopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan, jumlah UMKM di Kota Malang sebanyak 40 ribu.

"Pada 2026 kami mengupayakan supaya 10 persen atau sebanyak empat ribu UMKM naik kelas," katanya.

Langkah pendampingan juga ditujukan agar produk UMKM dari Kota Malang bisa menembus pasar ekspor.

Eko mengatakan, pada 2025, ada 95 UMKM yang produknya mampu menembus pasar global. 

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved