Minggu, 12 April 2026

Kota Malang

Dinkes Kota Malang Temukan Takjil Mengandung Bakteri E.Coli dan Rodhamin B

Dinkes Kota Malang terus meningkatkan pengawasan keamanan pangan, khususnya di pasar takjil yang mulai marak di berbagai wilayah

|
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
PASAR TAKJIL - Suasana Pasar Takjil di Taman Krida Kota Malang saat Ramadan 1447 H, Minggu (22/2/2026). Dinkes Kota Malang mengimbau warga berhati-hati membeli jajanan di pasar takjil karena ada temuan bakteri E.coli dan Rodhamin B yang dapat memicu kanker dalam waktu lama. 

Ringkasan Berita:
  • Dinkes Kota Malang terus meningkatkan pengawasan keamanan pangan, khususnya di pasar-pasar takjil yang mulai marak di berbagai wilayah saat Ramadhan
  • Kabid Kesmas Dinkes Kota Malang, drg M Zamroni, menyampaikan bahwa pengawasan dilakukan lintas sektor dengan melibatkan Puskesmas serta tenaga sanitarian di tingkat bawah

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus meningkatkan pengawasan keamanan pangan, khususnya di Pasar Takjil yang mulai marak di berbagai wilayah saat Ramadhan.

Peningkatan pengawasan ini dilakukan seiring ditemukannya banyak makanan takjil yang tidak sesuai dengan standar kehigienisan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Kota Malang, drg M Zamroni, Senin (2/3/2026), menyampaikan bahwa pengawasan dilakukan lintas sektor dengan melibatkan Puskesmas serta tenaga sanitarian di tingkat bawah.

“Saat Ramadhan banyak berdiri pasar takjil. Sebagai konsumen, masyarakat perlu memperhatikan aspek kesehatan."

"Karena itu kami lakukan pengecekan di berbagai titik,” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM.

Pemeriksaan dilakukan sejak 18 Februari hingga 1 Maret 2026 di 19 pasar takjil.

Selama periode tersebut, petugas telah memeriksa ratusan jenis makanan.

Pemeriksaan Makanan

Sebanyak 101 sampel diperiksa terkait bakteri Escherichia Coli (E.Coli), 73 sampel diuji kandungan boraks, 72 sampel diperiksa formalin, 69 sampel diuji rodhamin B, 25 sampel diperiksa metanil yellow.

Dari hasil uji tersebut, ditemukan 10 sampel mengandung bakteri E.coli yang tidak memenuhi persyaratan atau sekitar 9,9 persen.

Selain itu, dari 69 sampel yang diuji rodhamin B, terdapat 4 sampel dinyatakan positif.

“E.coli bisa menyebabkan keracunan. Meski demikian, jenis E.coli 0157 yang dapat menyebabkan diare berdarah tidak kami temukan,” jelas Zamroni, Senin (2/3/2026).

Sementara itu, uji terhadap boraks dan formalin menunjukkan hasil negatif.

Tidak ditemukan kandungan kedua bahan berbahaya tersebut pada sampel yang diperiksa.

Zamroni menjelaskan, rodhamin B merupakan zat pewarna sintetis yang seharusnya digunakan untuk tekstil, bukan pangan.

Konsumsi jangka panjang zat ini berpotensi memicu kanker, merusak ginjal, serta mengganggu sistem pernapasan.

Baca juga: Waspadai Makanan dan Minuman Berwarna Mencolok saat Berburu Takjil di Bulan Ramadhan

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved