Kota Malang
Berkah Ramadan, Pegadaian Layani Sepenuh Hati Lewat Program Sosial dan Investasi Emas di Malang
Berkah Ramadan, Pegadaian Layani Sepenuh Hati Lewat Program Sosial dan Investasi Emas di Malang
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Bulan Ramadan dimanfaatkan oleh Pegadaian Area Malang untuk mendekatkan diri dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial sekaligus mengedukasi pentingnya investasi emas.
Sebagai wujud komitmen Pegadaian melayani sepenuh hati, berbagai program dirancang untuk menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Deputi Bisnis Pegadaian Area Malang, Marselino J Manginsihi, mengatakan pihaknya rutin menggelar sejumlah program selama bulan suci Ramadan tahun ini.
Mulai dari pembagian takjil, sahur on the road, hingga program mudik gratis bagi nasabah.
"Setiap Ramadan kami selalu hadir di tengah masyarakat. Ada pembagian takjil, sahur on the road, hingga mudik gratis," ujarnya.
"Program ini bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga cara Pegadaian lebih dekat dengan masyarakat," kata Marselino saat ditemui SURYAMALANG.COM, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, program mudik gratis bahkan menjadi kegiatan yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahun. Meski kuotanya terbatas, antusiasme masyarakat untuk mengikuti program tersebut cukup tinggi.
Selain kegiatan sosial, semangat Pegadaian melayani sepenuh hati juga tercermin dari upaya memperkuat literasi keuangan masyarakat, terutama terkait investasi emas.
Baca juga: Ramadan Penuh Berkah, Pegadaian Area Malang Hadirkan Program Sosial dan Dorong Investasi Emas
Marselino menjelaskan, saat ini paradigma masyarakat terhadap Pegadaian telah berubah.
Jika dahulu identik dengan tempat menggadaikan barang saat membutuhkan dana cepat, kini Pegadaian juga menjadi pilihan masyarakat untuk berinvestasi.
"Sekarang orang datang ke Pegadaian bukan hanya saat butuh dana cepat, tetapi juga untuk berinvestasi, khususnya emas," ujarnya.
Ia menyebutkan, dalam beberapa tahun terakhir emas menjadi salah satu instrumen investasi yang semakin diminati masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari kondisi ekonomi global yang membuat harga emas cenderung meningkat.
"Kalau melihat fenomena dua tahun terakhir, emas menjadi primadona. Ketika terjadi gejolak global, orang biasanya beralih ke emas karena dinilai lebih stabil," katanya.
Di Pegadaian, masyarakat bisa memiliki emas batangan melalui berbagai produk investasi, salah satunya cicilan emas dengan tenor mulai tiga bulan hingga tiga tahun. Inilah bukti nyata Pegadaian selalu hadir dengan memberikan solusi keuangan yang terjangkau bagi masyarakat luas.
Dengan skema tersebut, harga emas yang dibeli nasabah akan terkunci di awal transaksi sehingga tidak terpengaruh jika terjadi kenaikan harga di kemudian hari.
"Misalnya hari ini membeli emas dengan harga tertentu, harga itu yang akan dikunci sampai cicilan selesai. Jadi kalau harga emas naik, nasabah tetap menggunakan harga awal," jelasnya.
Baca juga: Wisata Gunung Bromo Ditutup Total Saat Nyepi 19–20 Maret 2026, Buka Kembali Sabtu Siang
Selain cicilan emas, Pegadaian juga menawarkan produk Tabungan Emas yang kini semakin mudah diakses melalui aplikasi Tring! by Pegadaian. Menurut Marselino, kemudahan transaksi digital membuat masyarakat bisa berinvestasi emas tanpa harus datang ke kantor Pegadaian.
"Sekarang masyarakat bisa menabung emas langsung dari aplikasi. Ini membuat investasi emas semakin mudah dijangkau," kata pria yang sebelumnya menjabat di Manado ini.
Di Malang Raya sendiri, minat masyarakat terhadap investasi emas disebut cukup tinggi. Bahkan menurut Marselino, edukasi investasi emas di wilayah ini tergolong lebih maju dibandingkan beberapa daerah lain.
Untuk saat ini, jumlah nasabah untuk produk tabungan emas di Pegadaian Area Malang mencapai lebih dari 30.000 orang. Tingginya angka ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap Pegadaian dalam mendampingi perjalanan investasi mereka.
Dari sisi kinerja bisnis, Pegadaian Area Malang juga mencatat pertumbuhan positif selama Ramadan tahun ini. Hingga pertengahan Maret 2026, pertumbuhan bisnis tercatat sekitar 2 persen dan masih berpotensi meningkat hingga menjelang Lebaran.
Hal tersebut cukup menarik karena biasanya pada periode Ramadan transaksi pelunasan gadai lebih tinggi dibandingkan dengan pencairan kredit.
"Biasanya kalau Ramadan itu pertumbuhan cenderung minus karena banyak nasabah menebus barangnya. Tapi di Malang masih stabil, bahkan tetap tumbuh," jelasnya.
Di akhir sesi wawancara, ia mengingatkan masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya pengelolaan keuangan, terutama saat menerima tunjangan hari raya (THR). Sebagai lembaga yang selalu hadir untuk masyarakat, Pegadaian mendorong agar THR tidak hanya habis untuk konsumsi.
"Kalau dapat THR, jangan semuanya habis untuk konsumsi. Sisihkan untuk investasi, salah satunya emas. Ini penting untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa depan," tandasnya.
| Harga Kedelai di Kota Malang Naik, Komoditas Dipengaruhi Situasi Global dan Pemerintah Pusat |
|
|---|
| Relokasi Pedagang Pasar Gadang Ditarget Rampung April, Pemkot Malang Lakukan Secara Bertahap |
|
|---|
| Jeritan Pedagang Tempe di Kota Malang, Kena Imbas Perang Iran vs Amerika-Israel di Timur Tengah |
|
|---|
| Anggaran Terbatas, Perbaikan Sekolah Rusak di Kota Malang Andalkan Program Revitalisasi dari Pusat |
|
|---|
| Terik El Nino Godzilla Bisa Mengancam Nyawa, Dosen UMM Beberkan Cara Hadapi Cuaca Panas Ekstrem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/PEGADAIAN-SELALU-HADIR-Deputi-Bisnis-Pegadaian-Area-Malang-Marselino-J-Manginsihi.jpg)