Sabtu, 18 April 2026

Kota Malang

Hadapi Musim Hujan dan Kemarau, SPAM Bango Siapkan Langkah Antisipatif

Menghadapi musim penghujan dan pancaroba menuju kemarau, SPAM Bango di Kota Malang melakukan berbagai langkah preventif.

Penulis: Benni Indo | Editor: Frida Anjani
SURYAMALANG/BENNI INDO
JAGA KUALITAS AIR - Pekerja Perusahaan Umum Jasa Tirta 1 memeriksa fasilitas SPAM Bango di Kota Malang. Perusahaan Umum Jasa Tirta 1 telah menyiapkan beberapa langkah antisipatif dalam menghadapi tantangan perubahan musim agar pasokan air bersih melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tetap beroperasi. Memasuki penghujan dan pancaroba menuju kemarau, sampah mulai banyak terpantau di Sungai Bango. 

Ringkasan Berita:
  • Menghadapi musim penghujan dan pancaroba menuju kemarau, SPAM Bango di Kota Malang melakukan berbagai langkah preventif. 
  • Perum Jasa Tirta I menegaskan pasokan air bersih tetap aman meski debit sungai membawa sampah dan sedimen. 
  • Pembersihan pipa intake dilakukan secara rutin dengan tim selam khusus. 
  • Kualitas air produksi juga dipastikan memenuhi standar kesehatan melalui pengujian berkala dan sistem pemantauan digital.

 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Perusahaan Umum Jasa Tirta 1 telah menyiapkan beberapa langkah antisipatif dalam menghadapi tantangan perubahan musim agar pasokan air bersih melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tetap beroperasi.

Memasuki penghujan dan pancaroba menuju kemarau, sampah mulai banyak terpantau di Sungai Bango.

Meski begitu, berdasarkan studi kelayakan teknis, debit air (baseflow) Sungai Bango berada pada level yang aman untuk menjaga kontinuitas produksi meskipun memasuki musim kemarau.

Langkah-langkah preventif dan perawatan aset juga terus dilakukan agar SPAM Bango tetap menjadi pilar kemandirian air bersih bagi Kota Malang.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) I, Fahmi Hidayat memastikan SPAM Bango tetap mampu memasok air bersih untuk masyarakat Kota Malang.

Hal itu disampaikannya menyikapi tantangan besar yang kini dihadapi SPAM Bango, terutama tingginya beban sampah. 

“Hal yang menjadi perhatian kita bersama adalah kondisi air baku yang sangat dipengaruhi oleh sampah. Terutama saat hujan di mana debit banjir membawa sampah dari hulu," katanya, Kamis (19/3/2026).

Fahmi menjelaskan, dampak dari kebiasaan pembuangan sampah ke sungai maupun sistem pengelolaan sampah yang belum memadai dapat memengaruhi kualitas air.

Ia mengajak masyarakat untuk mengubah perilaku itu demi menyelamatkan air untuk masa depan. 

Menurutnya, kondisi lingkungan yang terdegradasi tersebut menjadi tantangan utama dalam pengelolaan SPAM Bango.

Terutama ketika intensitas hujan tinggi yang berdampak pada debit air sungai Bango termasuk sampah yang terbawa oleh aliran air. 

Langkah konkret untuk memitigasi hal tersebut, dengan melakukan penanganan hambatan pada pipa intake melalui pembersihan intensif. PJT 1  menerjunkan tim selam khusus. Tim tersebut telah dilatih khusus untuk melakukan pembersihan sedimen di dalam air. 

Selain itu, PJT I telah memasang unit trash boom di permukaan sungai. Alat terapung yang dibentangkan di sungai tersebut berfungsi untuk menghalau sampah permukaan agar tidak masuk ke dalam sistem pengolahan. 

Vice President Pengembangan Bisnis PJT I, Didik Ardianto, menjelaskan bahwa tantangan operasional saat ini sangat dipengaruhi oleh faktor alam. 

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved