Jumat, 10 April 2026

Kota Malang

Muhammadiyah Ajak Kemitraan hingga Harmoni Sosial pada Momen HUT ke-112 Kota Malang

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang menjadi momentum refleksi bagi berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
ISTIMEWA
PERINGATAN HUT KOTA MALANG - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Malang, Abdul Haris, mendorong Pemkot Malang untuk meningkatkan kolaborasi dalam membangun Kota Malang. Muhammadiyah berkomitmen membersamai pembangunan Kota Malang di sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. 

Ringkasan Berita:
  • Pada HUT)ke-112 Kota MalangKetua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Malang, Abdul Haris, menyoroti pentingnya penguatan kemitraan dan harmonisasi sosial dalam pembangunan kota
  • Menurut Abdul Haris, Kota Malang memiliki potensi besar sebagai kota pendidikan dengan banyaknya sekolah dan perguruan tinggi
  • Dalam konteks kehidupan beragama, Abdul Haris mengingatkan agar pemerintah turut menjaga suasana kota tetap kondusif, tidak membuka ruang bagi berkembangnya kemaksiatan

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang menjadi momentum refleksi bagi berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Malang, Abdul Haris, menyoroti pentingnya penguatan kemitraan dan harmonisasi sosial dalam pembangunan kota.

Menurut Abdul Haris, Kota Malang memiliki potensi besar sebagai kota pendidikan dengan banyaknya sekolah dan perguruan tinggi.

Potensi tersebut, kata dia, perlu dioptimalkan melalui kemitraan yang lebih erat antara pemerintah, akademisi, dan organisasi masyarakat.

“Potensi akademik Kota Malang luar biasa. Ini perlu ditingkatkan kemitraannya, termasuk dengan organisasi kemasyarakatan,” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (1/4/2026).

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan harmonisasi sosial di tengah masyarakat yang semakin beragam.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga dinilai harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.

Baca juga: Pemkot Malang Lakukan Survei Pedagang, Upaya Cari Titik Temu Penataan Pasar Besar

Dalam konteks kehidupan beragama, Abdul Haris mengingatkan agar pemerintah turut menjaga suasana kota tetap kondusif, termasuk dengan tidak membuka ruang bagi berkembangnya tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan kemaksiatan.

Ia juga menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan yang sistematis dan berkelanjutan.

Menurutnya, selama ini arah kebijakan kerap berubah seiring pergantian kepemimpinan, sehingga belum terbentuk peta jalan (road map) jangka panjang yang konsisten.

“Perlu ada perencanaan yang berkelanjutan, tidak berganti-ganti setiap pergantian pimpinan,” katanya.

Di sektor lingkungan, ia mendorong adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi politik dan lembaga keagamaan.

Pengaturan pembangunan juga diharapkan lebih ramah lingkungan.

Lebih lanjut, Abdul Haris menekankan pentingnya dialog antarumat beragama maupun internal umat untuk memperkuat pemahaman dan mencegah prasangka.

“Dialog perlu diperbanyak, baik internal maupun antarumat beragama, agar tidak saling berburuk sangka,” ujarnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved