Rabu, 22 April 2026

Kota Malang

Muhammadiyah Ajak Kemitraan hingga Harmoni Sosial pada Momen HUT ke-112 Kota Malang

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang menjadi momentum refleksi bagi berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
ISTIMEWA
PERINGATAN HUT KOTA MALANG - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Malang, Abdul Haris, mendorong Pemkot Malang untuk meningkatkan kolaborasi dalam membangun Kota Malang. Muhammadiyah berkomitmen membersamai pembangunan Kota Malang di sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. 

Ia menambahkan, Muhammadiyah siap berperan lebih aktif dalam persoalan publik, baik melalui pemikiran maupun aksi nyata, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan keagamaan.

“Selama ini komunikasi belum banyak dilakukan, sehingga pemerintah dan masyarakat berjalan sendiri-sendiri. Ke depan harus lebih bersinergi,” katanya.

Menutup pernyataannya, Abdul Haris menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-112 Kota Malang, seraya berharap kota ini semakin maju.

“Selamat Dirgahayu Kota Malang, semoga menjadi kota yang mbois dan berkelas,” ujarnya.

Baca juga: Pemkot Malang Tunggu Kebijakan Pusat Tekan Belanja Pegawai, Tanpa Rencana Rumahkan PPPK

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, komunitas, serta elemen masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk organisasi keagamaan, guna memperkuat arah pembangunan Kota Malang.

“Jalan terbaik itu gotong royong. Semua stakeholder harus terlibat,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya menghilangkan ego sektoral antar perangkat daerah, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Tanpa koordinasi yang baik, menurutnya, program pembangunan berpotensi tidak efektif dan justru boros sumber daya.

“Kalau tidak ada koordinasi, akan boros energi, biaya, dan program. Sasarannya bisa itu-itu saja,” ujarnya.

Amithya mencontohkan perlunya integrasi lintas sektor dalam pelaksanaan program, seperti Universal Health Coverage (UHC).

Program tersebut, kata dia, perlu didukung oleh perangkat daerah lain, seperti dinas tenaga kerja untuk pendataan pekerja, serta dinas kependudukan untuk validasi data masyarakat.

“Ini membutuhkan banyak ‘perkawinan kerja’ antar perangkat daerah agar program berjalan efektif,” katanya.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyebut kolaborasi semua pihak telah menciptakan Kota Malang semakin baik. Ia memastikan kolaborasi akan terus diperkuat untuk pembangunan Kota Malang.

Apalagi, Kota Malang menuju Kota Metropolitan, di tengah jumlah penduduk yang terus tumbuh dan semakin padat. Maka kolaborasi tidak bisa dielakan. 

Kolaborasi di tahun-tahun mendatang diarahkan untuk penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan, perluasan akses pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved