Jumat, 17 April 2026

Kota Malang

Wali Kota Malang Akan Evaluasi MBG Prasmanan Setelah Uji Coba Perdana di MIN 2 Malang

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan uji coba program MBG dengan sistem prasmanan masih akan dievaluasi sebelum diterapkan lebih luas.

SURYAMALANG.COM/Rifky Edgar
MBG PRASMANAN - Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama jajaran kepala dinas yang mendampinginya dan anggota dewan saat menghadiri uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG) prasmanan di MIN 2 Kota Malang pada Kamis (2/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan masih akan dievaluasi sebelum diterapkan lebih luas. 
  • Meski mendapat respons positif dari siswa karena menu lebih variatif dan porsi fleksibel, ada sejumlah hal teknis yang perlu diperhatikan. 
  • Salah satunya terkait manajemen waktu, karena sistem prasmanan membutuhkan antrean lebih lama dibanding nasi kotak.

 

SURYAMALANG.COM, MALANG -  Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan masih akan dievaluasi secara menyeluruh sebelum diterapkan lebih luas di sekolah-sekolah.

Menurutnya, meski konsep prasmanan mendapat respons positif dari siswa, terutama dari sisi variasi menu dan fleksibilitas porsi, ada sejumlah hal krusial yang perlu menjadi perhatian.

Konsep MBG Prasmanan di Kota Malang telah dilakukan secara perdana sekolah, tepatnya di MIN 2 Kota Malang pada Kamis (2/4/2026).

Wahyu turut hadir dalam kegiatan ini dengan didampingi oleh sejumlah kepala dinas dan anggota dewan.

"Yang harus diperhatikan adalah soal waktu. Karena ini antre dan makan butuh waktu, tentu ada potensi jam pelajaran tersita. Ini yang harus diatur," kata Wahyu.

Ia menilai, berbeda dengan sistem nasi kotak yang bisa langsung dibagikan secara serentak, model prasmanan membutuhkan manajemen waktu yang lebih matang karena siswa harus antre sebelum makan.

"Kalau ompreng kan langsung dibagi, siswa bisa langsung makan,"

"Kalau prasmanan ini ada proses antre, itu yang harus disesuaikan dengan jadwal sekolah," jelasnya.

Meski demikian, Wahyu mengakui keunggulan sistem prasmanan dari sisi kualitas makanan. 

Ia menyebut makanan yang disajikan lebih hangat, tidak berair, dan terasa lebih alami dibandingkan dengan sistem distribusi tertutup.

"Karena tidak langsung dimasukkan ke kotak, makanan lebih fresh. Ini yang membuat siswa juga lebih menikmati," ungkapnya.

Setelah itu, Wahyu akan mengumpulkan seluruh hasil evaluasi dari uji coba ini untuk kemudian dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). 

Hasil tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan lanjutan program MBG di daerah.

"Nanti kita evaluasi, kita laporkan ke BGN melalui koordinasi yang sudah ada,"

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved