Kota Malang
Jeritan Pedagang Tempe di Kota Malang, Kena Imbas Perang Iran vs Amerika-Israel di Timur Tengah
Jeritan Pedagang Tempe di Kota Malang, Kena Imbas Perang Iran vs Amerika-Israel di Timur Tengah
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Perang di Timur Tengah yang melibatkan Iran vs Amerika Serikat dan Israel berdampak pada pedagang tempe di Kota Malang
- Bahan baku tempe adalah kedelai. Kedelai yang dikelola oleh perajin tempe di Kota Malang berasal dari Amerika Serikat
- Akibat perang yang terjadi saat ini, harga kedelai naik. Saat ini, harganya mencapai Rp 10.500, sedangkan sebelumnya Rp 9.500
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Pedagang tempe di Kota Malang terdampak perang di Timur Tengah yang melibatkan Iran vs Amerika Serikat dan Israel.
Pedagang tersebut adalah Mustakim. Ia bekerja sebagai produsen tempe di Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kota Malang.
Bahan baku tempe adalah kedelai. Kedelai yang dikelola oleh Mustakim berasal dari Amerika Serikat.
Akibat perang yang terjadi saat ini, Mustakim mengatakan harga kedelai naik. Saat ini, harganya mencapai Rp 10.500, sedangkan sebelumnya Rp 9.500.
Kenaikan itu dirasa cukup tinggi karena kondisi ekonomi yang ia alami saat ini juga sedang sulit.
Kenaikan sudah dirasakan Mustakim sebelum Lebaran 2026. Sementara penjualan masih belum memperlihatkan peningkatan.
Mustakim mengatakan, daya beli masyarakat saat ini berubah. Lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya.
Kenaikan harga itu pun menjadi tantangan yang tak mudah dihadapi karena di saat yang sama, daya beli publik turun.
“Sekarang harganya Rp 10.500. Sejak sebelum Lebaran naik terus harganya,” ujarnya saat ditemui SURYAMALANG.COM di tempat produksinya, Mekar Jaya, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Janji Donald Trump Perang Berakhir dalam 3 Minggu Tapi Tak Perlu Kesepakatan Damai dengan Iran
Mustakim mengatakan, sejauh ini belum ada tindakan dari Pemkot Malang untuk membantu pedagang kecil seperti dia.
Sebagai pedagang, Mustakim membutuhkan stabilitas harga bahan baku agar usaha yang dijalankan tidak mengeluarkan biaya produksi tinggi.
“Kami berharap ada langkah yang diambil Pemkot Malang agar harga tidak terus naik,” harapnya.
Di saat yang sama, harga plastik juga ikut naik. Plastik digunakan Mustakim untuk membungkus tempe.
Kenaikannya pun cukup tinggi. Plastik dari harga semula Rp 23 ribu per Kg, naik menjadi Rp 51 ribu per Kg.
“Plastik juga ikut naik. Biasanya per bal itu Rp 1,2 juta kini naik Rp 2 juta per bal,” imbuhnya.
| Anggaran Terbatas, Perbaikan Sekolah Rusak di Kota Malang Andalkan Program Revitalisasi dari Pusat |
|
|---|
| Terik El Nino Godzilla Bisa Mengancam Nyawa, Dosen UMM Beberkan Cara Hadapi Cuaca Panas Ekstrem |
|
|---|
| Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Sebut Masih Ada Warga yang Tidak Percaya Khasiat Imunisasi Campak |
|
|---|
| Kisah Nenek Ruliana di Malang Gendong Cucu ke Balai RW Demi Tangkal Bahaya Campak yang Ancam Nyawa |
|
|---|
| Pemkot Malang Minta Investor Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Demi Tekan Tingkat Pengangguran Terbuka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/dapur-produksi-tempe-di-Sanan-Kelurahan-Purwantoro-Kota-Malang-Selasa-742026.jpg)