Kota Malang
Kendaraan untuk Kepala SPPG Menimbulkan Dilema, Dibutuhkan Tapi Masih Jadi Perdebatan
Rencana pengalokasian kendaraan bermotor bagi kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuai beragam tanggapan.
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
“Selama ini saya pakai motor pribadi untuk mobilitas,” ujarnya saat ditemui di sela-sela
Menurutnya, tugas kepala SPPG tidak hanya sebatas pengawasan administratif, tetapi juga menuntut kesiapsiagaan penuh selama 24 jam, termasuk memastikan kelancaran operasional dapur hingga distribusi makanan ke sekolah dan masyarakat.
“Kami harus standby 24 jam. Kalau ada kendala di dapur atau distribusi, harus langsung turun,” jelasnya.
Selain itu, kepala SPPG juga dituntut aktif melakukan pemantauan ke berbagai lokasi penerima manfaat, seperti sekolah, balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui terutama dalam program penanganan stunting.
“Kami sering turun langsung untuk memastikan distribusi berjalan baik, termasuk memantau kondisi balita, seperti berat badan dan lingkar lengan,” katanya.
Terkait rencana pemberian sepeda motor dinas, Alen menilai fasilitas tersebut akan lebih terasa manfaatnya bagi petugas yang bertugas di wilayah terpencil dengan kondisi geografis yang menantang.
“Kalau di tempat saya jalannya cukup baik, tapi untuk teman-teman di daerah seperti Sumbermanjing yang harus lewat pegunungan, itu memang sangat membutuhkan,” ujarnya.
Baca juga: Pemkot Batu Terapkan Skema Perubahan Pola Kerja untuk Efisiensi Energi, Ini Daftar Dinas yang WFO
Meski demikian, ia tetap menilai fasilitas kendaraan dinas akan membantu meningkatkan kinerja dan motivasi kerja para petugas.
“Kalau diberikan fasilitas dari negara, tentu akan membantu kinerja dan menambah semangat,” katanya.
Alen juga menegaskan komitmennya untuk menggunakan fasilitas tersebut secara optimal apabila diberikan.
“Kalau memang itu fasilitas dari negara, ya kita gunakan sebaik mungkin,” pungkasnya.
Alen enggan berkomentar terkait harga kendaraan yang dapat menyentuh di harga Rp 50 juta per unit. Sebagai Kepala SPPG, ia menegaskan hanya melaksanakan tugas yang diinstruksikan. Sedangkan kendaraannya sendiri yang biasa digunakan untuk berangkat kerja nilainya Rp 20 juta.
Dengan dukungan sarana yang memadai, ia berharap pelaksanaan program pemenuhan gizi, khususnya penanganan stunting, dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah dengan akses terbatas. (Benni Indo)
Makhrus Sholeh
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Makan Bergizi Gratis (MBG)
Kota Malang
SURYAMALANG.COM
| Polisi Tangkap Pelaku Penusukan Mat Suhadi Penjaga Perumahan di Malang, Ternyata Residivis |
|
|---|
| Hospital Literacy, Menghidupkan Harapan Anak-anak Pengidap Kanker di RS Saiful Anwar Kota Malang |
|
|---|
| Gagas 'Kawula Tani', Mantan Bupati Malang Rendra Kresna Wadahi Milenial hingga Targetkan Ekspor |
|
|---|
| Jual Hewan Kurban di Live TikTok, Kambing Jumbo Rp 9 Juta di Peternakan This Is Farm Malang Laris |
|
|---|
| Komix Herbal Ajak Gen Z di Malang Mengenal Herbal sebagai Bagian dari Gaya Hidup Sehat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Ketua-DPW-Gapembi-Gabungan-Pengusaha-Makan-Bergizi-Indonesia-Jatim-Makhrus-Sholeh.jpg)