Kota Malang
Soal Wacana Penutupan Prodi, Warek UB : Bukan Hal Tabu tapi Tak Bisa Dilakukan Tergesa-gesa
Universitas Brawijaya (UB) Malang angkat bicara tentang wacana penutupan prodi di perguruan tinggi yang tidak relevan dengan kebutuhan industri.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: iksan fauzi
Jika disetujui Senat Akademik Fakultas, maka usulan diteruskan kepada Rektor.
Selanjutnya, Direktorat Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan (DIPP) akan melakukan review sebelum Rektor meminta pertimbangan Senat Akademik Universitas.
Prof Imam menilai, keputusan terkait penutupan prodi tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena dampaknya sangat luas, baik bagi institusi maupun kebutuhan sumber daya manusia nasional.
“Harus dinilai secara komprehensif dampaknya secara institusional maupun kontribusinya bagi pembangunan yang makin kompleks dan membutuhkan SDM handal,” jelas Prof Imam.
Baca juga: UB Malang Gandeng UNESCO untuk Selamatkan Mata Air dan Siapkan Gerakan Kampus Peduli Lingkungan
Kebutuhan Nyata di Masyarakat Jadi Indikator
Direktur DIPP UB, Ir Ishardita Pambudi Tama ST MT PhD IPU ASEAN Eng menegaskan, pembukaan maupun penutupan prodi sejatinya sangat dipengaruhi kebutuhan masyarakat dan performa program studi itu sendiri.
Menurutnya, saat UB membuka prodi baru, salah satu indikator utama yang dilihat adalah ada tidaknya kebutuhan nyata di masyarakat, bukan sekadar keinginan dosen atau institusi.
“Kalau di luar negeri, penutupan prodi merupakan hal biasa jika memang diperlukan,” ujar Ishardita.
Ishardita mencontohkan pengalaman saat menempuh studi doktoral di Australia, di mana sejumlah prodi ditutup karena performanya kurang baik.
Dosen dan tenaga kependidikan kemudian dialihkan ke program lain yang lebih berkembang.
Meski demikian, jelas Ishardita, proses tersebut dilakukan melalui evaluasi panjang dan pertimbangan menyeluruh, bukan keputusan mendadak.
Karena itu, yang terpenting bukan sekadar mempertanyakan prodi ditutup atau tidak, tetapi bagaimana evaluasi dilakukan secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
UB sendiri, lanjut dia, rutin meninjau performa prodi melalui penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).
Evaluasi dilakukan untuk memastikan lulusan tetap sesuai kebutuhan industri, lembaga riset, maupun dunia pendidikan.
“Jika relevan, tentu risiko untuk ditutup akan sangat minimal. Pengelola program studi harus selalu memperhatikan apa yang dibutuhkan masyarakat,” tandasnya.
Jumlah Lulusan dengan Loker Jadi Pertimbangan
Rektor Universitas Jember (Unej) Iwan Taruna dalam wawancara dengan SURYAMALANG.COM menyebut, apa yang dimaksud pihak Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi perihal Prodi tidak relevan itu berkaitan dengan jumlah lulusan dan perbandingan lowongan kerja atau bidang kerjanya.
Kota Malang
Universitas Brawijaya (UB)
Universitas Negeri Jember
UPN Veteran Jawa Timur
wacana penutupan prodi
SURYAMALANG.COM
Prof Dr Ir Imam Santoso MP
meaningful
multiangle
eksklusif
| Hotel Santika Premiere Malang Raih Penghargaan Pelestarian dan Pengelolaan Lingkungan dari Pemkot |
|
|---|
| Disporapar Kota Malang Siapkan Revitalisasi Kampung Tematik, Fokus Inovasi dan Kolaborasi |
|
|---|
| UB Malang Gandeng UNESCO untuk Selamatkan Mata Air dan Siapkan Gerakan Kampus Peduli Lingkungan |
|
|---|
| Juru Parkir Pasar Kebalen Kota Malang Dukung Penertiban, Harap Ada Lahan Parkir Resmi |
|
|---|
| Dishub Kota Malang Akan Gunakan Lahan Depan Pasar Kebalen untuk Parkir Kendaraan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Soal-Wacana-Penutupan-Prodi-Warek-UB-Bukan-Hal-Tabu-tapi-Tak-Bisa-Dilakukan-Tergesa-gesa.jpg)