Rabu, 13 Mei 2026

Kota Malang

Soal Wacana Penutupan Prodi, Warek UB : Bukan Hal Tabu tapi Tak Bisa Dilakukan Tergesa-gesa

Universitas Brawijaya (UB) Malang angkat bicara tentang wacana penutupan prodi di perguruan tinggi yang tidak relevan dengan kebutuhan industri.

Tayang: | Diperbarui:
SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
WACANA PENUTUPAN PRODI : Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof Dr Ir Imam Santoso MP menyampaikan pandangannya terkait wacana penutupan prodi. 

Namun, tidak serta merta Prodi yang disebut tidak relevan itu harus ditutup, karena jika itu yang diambil seakan mengurangi otonomi perguruan tinggi.

Iwan mengiyakan, prodi yang tidak relevan biasanya sedikit peminat. Oleh karena itu, perguruan tinggi harus memiliki strategi untuk pengembangan Prodi.

Iwan mencontohkan fenomena di sejumlah kampus yang terjadi pada Prodi Fisika di Fakultas MIPA.

“Prodi Fisika saat ini kurang peminat, dan ini fenomena banyak kampus, tidak hanya di Universitas Jember saja. Strateginya apa, kami mengurangi kelas atau daya tampung,” ujar Iwan.

Strategi lainnya adalah membuka Prodi yang saat ini relevan atau diminati masyarakat.

Untuk Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Unej misalkan, ada pengurangan daya tampung untuk Prodi Fisika.

Namun Unej membuka Prodi baru di MIPA yakni Sains Data, yang penerimaan mahasiswanya dimulai lewat Jalur Mandiri 2026.

Mengacu pada data Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) Unej 2026, jumlah pendaftar Prodi Fisika lewati jalur SNBP adalah 61 orang, dengan daya tampung 34.

“Kalau peminat sampai nol itu tidak pernah ada, tetapi peminat kurang dari daya tampung pernah ada. Karenanya, kami lakukan solusi-solusi, antara lain mengurangi daya tampung dan membuka prodi baru, seperti yang di MIPA,” tegas Iwan.

Fenomena sedikitnya peminat di bidang Fisika juga terlihat di Pendidikan Fisika FKIP lewat jalur SNBP 2026, yang peminatnya juga kurang dari 100 orang yakni 92 orang, tetapi daya tampungnya 64.

Hanya melihat peminat Prodi Pendidikan Fisika FKIP yang kurang dari 100 orang lewat jalur SNBP, tidak bisa serta merta jadi patokan jika fakultas yang mencetak para guru ini sepi peminat.

Karena sejumlah prodi di FKIP Unej masih tetap masuk 10 besar prodi dengan jumlah peminat terbanyak lewat SNBP 2026, dan juga lewat Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2026.

Pendidikan Biologi FKIP Unej masuk dalam 10 besar jumlah peminat terbanyak Bidang Saintek lewat SNBP 2026.

Jumlah peminatnya adalah 322 orang, sedangkan daya tampungnya 55 saja.

Sementara untuk Bidang Sosial Humaniora, Prodi dari FKIP yang masuk dalam 10 besar peminat terbanyak adalah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta Pendidikan Bahasa Inggris (SNBP).

Sumber: SuryaMalang
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved