Rabu, 13 Mei 2026

Kota Malang

Soal Wacana Penutupan Prodi, Warek UB : Bukan Hal Tabu tapi Tak Bisa Dilakukan Tergesa-gesa

Universitas Brawijaya (UB) Malang angkat bicara tentang wacana penutupan prodi di perguruan tinggi yang tidak relevan dengan kebutuhan industri.

Tayang: | Diperbarui:
SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
WACANA PENUTUPAN PRODI : Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof Dr Ir Imam Santoso MP menyampaikan pandangannya terkait wacana penutupan prodi. 

Sementara yang lewat SNBT termasuk dalam 10 besar peminat terbanyak adalah Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Peminatnya rata-rata di atas 300 orang.

“PGSD masih termasuk yang diminati, artinya banyak yang kepingin menjadi guru,” terang Iwan.

Ia mengaku pernah ada masa FKIP tidak dilirik oleh masyarakat. Hal ini dimungkinkan berkaitan dengan kesejahteraan guru.

“Namun ketika ada sertifikasi, masyarakat berbondong-bondong lagi masuk ke FKIP,” tegas Iwan.

Jika mengacu pada problem lulusan FKIP seperi guru, Iwan menyebut perihal distribusi guru, termasuk yang menjadi sumber persoalan.

“Persoalannya bisa jadi di distribusi guru. Di Jawa kelebihan guru, tapi di Kalimantan menjerit kekurangan guru,” lanjut Iwan.

PGSD FKIP Universitas Jember masih menjadi program studi yang paling diminati pendaftar jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 untuk Prodi Bidang Sosial Humaniora (Soshum).

Sedangkan di jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) untuk Prodi Soshum, Ilmu Hukum yang berada di perangkat pertama paling banyak peminatnya.

Berikut 10 Prodi S-1 Bidang Soshum jalur SNBP Unej 2026, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (756 peminat), Manajemen (742),

Ilmu Hukum (610), Akuntansi (572), Ilmu Administrasi Bisnis (565), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (447), Ilmu Administrasi Negara (407), Sosiologi (345), Pendidikan Bahasa Inggris (309), dan Ilmu Kesejahteraan Sosial (307).

Sementara 10 Prodi Soshum paling banyak peminatnya lewat jalur SNBT Unej 2026, yakni Ilmu Hukum (1.031 peminat), Manajemen (949), 3.

Pendidikan Guru Sekolah Dasar (689), Akuntansi (671), Ilmu Administrasi Bisnis (635), Ilmu Administrasi Negara (528), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (403), Ilmu Kesejahteraan Sosial (392), Ekonomi Pembangunan (370), dan Sosiologi (367).

“Peminat PGSD banyak, rupanya banyak yang suka menjadi guru SD,” tutur Iwan Taruna.

Iwan menambahkan, pernah ada masa peminat di FKIP sempat menurun.

Namun seiring adanya kebijakan sertifikasi pada profesi guru, animo masyarakat kembali naik untuk berkuliah di fakultas yang mencetak tenaga guru tersebut.

UPN Terus Evaluasi Kurikulum dan Dosen

Wakil Rektor I Bidang Akademik UPN Veteran Jawa Timur, Prof. Euis Nurul Hidayah, S.T.,M.T.,Ph.D mengatakan pada dasarnya seluruh program studi dikembangkan berdasarkan kebutuhan pengguna lulusan dan tantangan dunia kerja.

“Program studi dikembangkan berdasarkan kebutuhan pengguna lulusan, yang digambarkan dalam bentuk profil profesional mandiri pada program studi, kemudian diterjemahkan dalam kurikulum melalui capaian pembelajaran lulusan,” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, ketika sebuah program studi dinilai kurang relevan, maka langkah yang perlu dilakukan adalah evaluasi dan pengembangan secara menyeluruh, mulai dari kurikulum hingga kualitas sumber daya manusia pengajarnya.

“Jika program studi dinilai kurang relevan, perlu ditinjau kembali kurikulumnya, mungkin perlu pengembangan dan penyegaran dosen atau SDM, serta melakukan tracer study secara cermat agar ada data yang jelas terkait profil lulusan,” katanya.

Prof Euis menjelaskan, seluruh program studi di UPN Veteran Jawa Timur telah melakukan peninjauan kurikulum secara berkala.

Pembaruan dilakukan menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, hingga isu yang berkembang di dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Setidaknya ada perbaikan berkelanjutan pada materi, modul, metode, dan proses pembelajaran yang diselaraskan dengan perkembangan keilmuan dan isu-isu di lapangan,” jelasnya.

Dalam mengukur relevansi sebuah program studi, kampus menggunakan sejumlah indikator penting, seperti tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja, kesesuaian pekerjaan dengan kompetensi lulusan, hingga waktu tunggu mendapatkan pekerjaan.

Selain itu, pihak kampus juga memperhatikan umpan balik dari pengguna lulusan terhadap lulusan yang dihasilkan.

“Indikator yang digunakan antara lain jumlah lulusan yang bekerja sesuai profil profesional mandiri program studi, jumlah lulusan yang bekerja, berwirausaha maupun studi lanjut, serta feedback dari pengguna lulusan,” ungkapnya.

Meski muncul kekhawatiran terkait program studi yang dianggap kurang relevan, Prof Euis menyebut animo masyarakat terhadap program studi di UPN Veteran Jawa Timur secara umum masih cukup baik.

“Sejauh ini rata-rata peminat atau animo pada program studi cenderung meningkat, walaupun ada beberapa program studi yang fluktuatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, belum terjadi penurunan signifikan jumlah pendaftar di lingkungan kampus tersebut.

Namun, menurutnya masih banyak calon mahasiswa yang belum memahami prospek karier dari sejumlah program studi tertentu.

“Calon mahasiswa belum mengenal atau belum mendapatkan informasi lebih lengkap terkait hal yang dipelajari maupun potensi pengembangan karier, sehingga cenderung memilih program studi yang lebih dikenal,” katanya.

Untuk menjaga daya saing program studi, UPN Veteran Jawa Timur juga terus melakukan berbagai inovasi pembelajaran.

Salah satunya dengan melibatkan praktisi industri dalam proses pengajaran hingga modernisasi fasilitas pembelajaran.

“Program studi melakukan inovasi pembelajaran dengan melibatkan praktisi mengajar, meningkatkan kompetensi dosen, melakukan kolaborasi dengan stakeholder, serta modernisasi sarana dan prasarana pembelajaran,” jelas Prof Euis.

Keterlibatan dunia industri dalam penyusunan kurikulum juga menjadi bagian penting dalam pengembangan program studi di kampus tersebut.

“Program studi wajib melibatkan dunia usaha, dunia industri, alumni, dan asosiasi keilmuan dalam melakukan peninjauan dan redesain kurikulum secara periodik,” tuturnya.

Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), UPN Veteran Jawa Timur mulai mengintegrasikan teknologi tersebut dalam proses pembelajaran.

“Saat ini program studi telah mengimplementasikan kecerdasan buatan dan teknologi digital dalam proses pembelajaran, misalnya penggunaan AI untuk cek plagiasi karya sivitas akademika,” ujarnya.

Selain itu, kampus juga menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa agar siap menghadapi kebutuhan pasar kerja di masa depan, seperti project based learning, pengalaman belajar di luar kampus, hingga sertifikasi kompetensi.

Euis menilai, ke depan kebutuhan program studi akan semakin spesifik mengikuti perkembangan zaman yang berlangsung sangat cepat.

“Perkembangan zaman sangat dinamis dan cepat, sehingga kebutuhan program studi akan menjadi lebih spesifik dan meningkat,” katanya.

Ia pun mengingatkan calon mahasiswa agar memilih program studi berdasarkan kebutuhan dan prospek masa depan, bukan sekadar mengikuti tren.

“Memilih program studi karena kebutuhan atau need, bukan sekadar keinginan atau want, sehingga calon mahasiswa harus mengetahui profil profesional mandiri dan peranannya dalam perkembangan keilmuan,” ungkapnya. (gar/uni/ffs)

Sumber: SuryaMalang
Halaman 4/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved