Breaking News
Kamis, 21 Mei 2026

Kota Malang

Polinema Pamerkan Hasil Riset Mahasiswa, dari Solusi UMKM hingga Teknologi Energi Terkini

Polinema menyuguhkan karya mahasiswa dan dosen dalam kegiatan Expo Hasil Riset dan Inovasi Polinema 2026, Rabu (20/5/2026).

Tayang:
SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
EXPO : Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema) Ir Supriatna Adhisuwignjo ST MT bersama Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, Prof Dr Ahmad Najib Burhani MA saat meninjau langsung karya mahasiswa dan dosen yang ditampilkan dalam kegiatan Expo Hasil Riset dan Inovasi Polinema 2026 pada Rabu (20/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar Expo Hasil Riset dan Inovasi Polinema 2026, Rabu (20/5/2026).
  • Expo Hasil Riset dan Inovasi Polinema 2026 menghadirkan mitra industri, 10 perguruan tinggi, serta lebih dari 20 hasil riset dan inovasi peneliti Polinema.
  • Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, Prof Dr Ahmad Najib Burhani MA menyebut, kegiatan itu bentuk kampus bukan simbol menara gading.

SURYAMALANG.COM | MALANG - Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali menghadirkan karya mahasiswa dan dosen dalam kegiatan Expo Hasil Riset dan Inovasi Polinema 2026 pada Rabu (20/5/2026).

Kegiatan yang digelar di Graha Polinema pada 20-21 Mei 2026 itu menjadi panggung hilirisasi riset sekaligus mempertemukan kampus dengan industri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Dalam expo tersebut, Polinema menghadirkan mitra industri, 10 perguruan tinggi, serta lebih dari 20 hasil riset dan inovasi peneliti Polinema.

Rangkaian kegiatan juga diisi berbagai macam kegiatan yang cukup menarik.

Di antaranya talkshow strategi hilirisasi riset dan seminar kekayaan intelektual, penandatanganan nota kesepahaman dengan mitra industri, hingga lomba robot line follower yang diikuti lebih 20 peserta dari jenjang SMP, SMA, hingga mahasiswa.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, Prof Dr Ahmad Najib Burhani MA, yang hadir dalam kegiatan itu menilai, langkah yang dilakukan Polinema menunjukkan bagaimana kampus dapat keluar dari stigma sebagai menara gading.

Menurutnya, riset perguruan tinggi harus hadir untuk menjawab persoalan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

"Ini satu hal yang menghubungkan kampus dengan masyarakat, industri, dan pemerintah daerah untuk menjawab berbagai isu," ujar Prof Najib kepada SURYAMALANG.COM.

"Kampus itu tidak menjadi menara gading. Riset-risetnya betul-betul terkait dengan kebutuhan yang ada di masyarakat," imbuhnya.

Prof Najib mencontohkan sejumlah inovasi yang dipamerkan dalam expo tersebut menyasar kebutuhan riil.

Di antaranya dukungan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), kebutuhan energi, hingga solusi berbasis teknologi yang masih bisa dikembangkan lebih luas melalui kolaborasi dengan industri.

Prof Najib menegaskan, kampus memiliki sumber daya keilmuan yang bisa membantu masyarakat maupun pelaku usaha, terutama UMKM yang umumnya belum memiliki divisi riset sendiri.

"Kampus itu tempatnya ahli, tempatnya orang berilmu. UMKM banyak yang tidak punya pusat riset, tidak punya ahlinya, sehingga kampus bisa membantu mereka melakukan riset agar berkembang lebih besar," katanya.

Baca juga: Job Fair Campus Company 2026, Polinema Targetkan Mahasiswa Direkrut Sebelum Lulus

Baca juga: Polinema Bidik Status Kampus Internasional, Gandeng Mitra Cina hingga Perancis

Riset untuk memenuhi kebutuhan masyarakat

Sementara itu, Direktur Polinema Ir Supriatna Adhisuwignjo ST MT menambahkan, bahwa seluruh penelitian di kampusnya kini diarahkan berbasis pada problem nyata di masyarakat.

Menurutnya, setiap riset harus berangkat dari kebutuhan mitra sehingga solusi yang dihasilkan bisa benar-benar digunakan.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved