Selasa, 9 Juni 2026

Dampak Rupiah Melemah

Dampak Dolar Melonjak di Pasar Gadang Kota Malang: Harga Tepung Melambung, Sepi Pembeli

Lonjakan nilai tukar dolar disebut menjadi salah satu pemicu naiknya harga sejumlah komoditas bahan pokok di Pasar Gadang Kota Malang.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Purwanto | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
SURYAMALANG.COM/Purwanto
DAMPAK KENAIKAN DOLAR - Suasana jual beli di Pasar Gadang Lama, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (8/6/2026). Lonjakan nilai tukar mata uang asing (dolar) mulai berdampak nyata pada harga sejumlah komoditas bahan pokok di pasar tradisional. Kenaikan harga yang cukup signifikan tersebut, bahkan memicu penurunan daya beli masyarakat hingga mencapai 25 persen. 
Ringkasan Berita:
  • Kenaikan nilai tukar dolar mulai berdampak pada harga sejumlah bahan pokok di Pasar Gadang Kota Malang
  • Harga tepung beras, minyak goreng, dan gula pasir mengalami kenaikan.
  • Selain itu, pedagang juga mengaku daya beli masyarakat turun hingga 25 persen akibat mahalnya harga kebutuhan sehari-hari.

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Lonjakan nilai tukar mata uang asing (dolar) mulai berdampak nyata pada harga sejumlah komoditas bahan pokok di pasar tradisional.

Kenaikan harga yang cukup signifikan tersebut, bahkan memicu penurunan daya beli masyarakat hingga mencapai 25 persen.

Pantauan SURYAMALANG.COM di Pasar Gadang Lama, Kota Malang, Senin (8/6/2026) pagi, menunjukkan jumlah pembeli tidak seramai biasanya.

Harga Tepung, Minyak Goreng, dan Gula Naik

Seorang pedagang sembako di Pasar Gadang Lama, Suliono, mengungkapkan kenaikan harga paling terasa terjadi pada komoditas tepung beras, minyak goreng, dan gula pasir.

Suliono yang telah berdagang selama 16 tahun merinci perubahan harga sejumlah komoditas utama di pasar tersebut.

"Yang paling naik sekarang tepung beras dari semula Rp128 ribu sekarang jadi Rp150 ribu per bal (isi 10 kg)," terang pria berusia 61 tahun itu.

Baca juga: Anomali Harga Pangan di Kota Malang, Cabai Turun Rp 65 Ribu per Kg, Bawang Merah Tembus Rp 60 Ribu

"Lalu ada Minyak Goreng (Merk Well) semula Rp215 ribu menjadi Rp248 ribu per karton/kemasan. Terus ada gula pasir yang awalnya Rp15 ribu sekarang Rp17 ribu per kilogram," urainya.

Sementara itu, untuk komoditas MinyaKita, minyak goreng subsidi pemerintah, Suliono mengaku pasokannya sudah lama kosong dan tidak lagi tersedia di pasaran.

"Sudah lama hilang kalau Minyak Kita, lima bulan lebih gak ada disini (pasar)," tegasnya.

Saat dikonfirmasi mengenai penyebab utama kenaikan harga tersebut, Suliono menyebut tingginya nilai tukar dolar menjadi salah satu pemicu utama.

Selain itu, kenaikan harga bahan baku kemasan juga turut memengaruhi harga jual barang.

"Katanya, dulu itu pertama penyebabnya harga plastik naik, tapi terutama sekarang kan dolar sampai sekian tingginya," ujar Suliono.

Daya Beli Masyarakat Menurun

Kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut turut memukul omzet para pedagang.

Konsumen cenderung menahan diri dan mengurangi jumlah belanja mereka.

Suliono mengaku terjadi penurunan jumlah pembeli yang cukup signifikan di tokonya.

Baca juga: Gempa M 7,7 Guncang Perbatasan Filipina-Sulawesi Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami

"Berkurang mas, berkurang sekitar 25 persen antusias pembelinya," pungkasnya.

Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan nilai tukar mata uang dan menjaga pasokan bahan baku agar harga kebutuhan pokok kembali terjangkau bagi masyarakat.

Pembeli Keluhkan Modal Membengkak

Di sisi lain, salah satu pembeli, Sri Rahayu, mengaku resah dengan harga bahan pokok yang terus meningkat.

Sri yang membeli kebutuhan pokok untuk dijual kembali (reseller) mengeluhkan modal usaha yang semakin besar, sementara margin keuntungan justru terus menipis.

"Semua naik ini mulai beras, tepung, gula hingga minyak," jelas Sri kepada SURYAMALANG.COM.

Baca juga: Penolakan Meluas, LSM Pro Desa Persoalkan Proyek Bongkar Ratoon Rp 4,9 M di Ringinkembar Malang

Menurut Sri, kenaikan harga membuat uang belanja yang dimiliki tidak lagi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Ya, inginnya harga-harga turun. Kan rakyat kecil, ya. Inginnya semuanya diturunkan. Uang belanja enggak cukup kalau semuanya naik," ujar Sri dengan nada pasrah.

Berdasarkan pembaruan per Senin (8/6/2026), nilai tukar 1 Dolar Amerika Serikat tercatat setara dengan Rp18.165.
 
 Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved