Minggu, 24 Mei 2026

Prediksi Pengamat Klaster Menteri yang Terancam Diganti, Ramai Isu Reshuffle Kabinet Prabowo

Ramai isu reshuffle kabinet Prabowo Subianto membuat publik menebak siapa saja menteri yang terancam diganti di awal tahun 2026.

Tayang:
Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Instagram @presidenrepublikindonesia
RESHUFFLE KABINET - Retret kabinet Prabowo Subianto di Hambalang memunculkan spekulasi reshuffle yang ramai dibicarakan publik. 

Ringkasan Berita:
  • Isu reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto kembali mencuat setelah retret menteri digelar di Hambalang, Bogor. 
  • Pengamat politik Agung Baskoro menilai ada empat klaster menteri yang wajib waspada terhadap perombakan.

 

SURYAMALANG.COM - Ramai isu reshuffle kabinet Prabowo Subianto membuat publik menebak siapa saja menteri yang terancam diganti di awal tahun 2026.

Pengamat politik Agung Baskoro menyebut ada empat klaster menteri yang harus waspada.

 Klaster tersebut meliputi menteri program rakyat, sektor ekonomi, kalangan profesional, dan menteri dari partai politik.

 Menurutnya, reshuffle bisa terjadi bila kinerja menteri dianggap tidak maksimal oleh presiden.

"Menteri-menteri yang menangani program-program MBG (Makanan Bergizi Gratis), Koperasi Desa Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis, dan lainnya, rentan di-reshuffle bila target kualitas program tak terpenuhi," urai Agung, Sabtu (24/1/2026).

Klaster kedua yang wajib waspada adalah menteri di sektor ekonomi.

Sebab, jelas Agung, situasi ekonomi saat ini menuntut penguatan daya beli masyarakat hingga stabilitas harga bahan pokok.

"Kementerian di bidang ekonomi. Dalam situasi yang menuntut penguatan daya beli, penciptaan dan perluasan lapangan kerja, serta stabilitas harga bahan pokok, sektor ekonomi menjadi perhatian utama publik dan pemerintah," jelasnya.

Ketiga, adalah menteri yang berasal dari kalangan profesional, namun kinerjanya biasa saja.

"Menteri-menteri yang berasal dari profesional dan kinerja biasa atau malah tak maksimal juga beresiko diganti," kata Agung.

Klaster keempat adalah menteri yang berasal dari partai politik (parpol).

Tetapi, Agung menilai menteri dari parpol tak akan keluar dari lingkaran kementerian, meski di-reshuffle.

"Menteri-menteri dari partai mungkin terkena reshuffle terbatas alias reposisi dari posisi semula tapi tetap di kabinet," pungkas dia.

Isu 'Gelap Gulita'

Sementara itu, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai isu reshuffle yang berembus saat ini terasa janggal.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved