Selasa, 2 Juni 2026

Prediksi Pengamat Klaster Menteri yang Terancam Diganti, Ramai Isu Reshuffle Kabinet Prabowo

Ramai isu reshuffle kabinet Prabowo Subianto membuat publik menebak siapa saja menteri yang terancam diganti di awal tahun 2026.

Tayang:
Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Instagram @presidenrepublikindonesia
RESHUFFLE KABINET - Retret kabinet Prabowo Subianto di Hambalang memunculkan spekulasi reshuffle yang ramai dibicarakan publik. 

"Reshuffle itu hak proregatif presiden. Beliau yang meminta semua anggota kabinet untuk bergabung sebagai pembantunya di kabinet," kata Saleh, Sabtu (24/1/2026).

Tetapi, Saleh menyebut reshuffle bisa saja menyasar menteri-menteiri yang dianggap punya kinerja baik.

Ia mengatakan apabila sudah seperti itu, semua pihak harus mengikuti  keputusan presiden.

"Dalam reshuffle, mungkin ada saja orang yang tidak puas. Bisa saja orang itu berharap Prabowo mengganti seseorang yang dianggap tidak mampu," katanya.

"Tapi, pada kenyataannya ternyata yang diganti adalah orang yang dianggapnya rajin dan berhasil. Tetapi, kalau sudah diputuskan presiden, semua harus mengikuti," lanjut Saleh.

Ia juga menyampaikan harapan PAN apabila reshuffle benar terjadi dalam waktu dekat.

Ketua Komisi VII DPR RI itu mengharapkan siapa pun yang diganti akan jauh lebih baik dari sebelumnya. 

"Kalau benar ada reshuffle, PAN hanya berharap penggantinya jauh lebih baik dari yang sebelumnya. Pasalnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan Prabowo dalam periode ini."

"Tidak hanya pekerjaan rutin seperti biasa. Tetapi, ada tantangan besar yaitu melaksanakan dan membumikan asta cita Prabowo-Gibran."

"Selain itu, ada juga musibah di Sumatra yang memerlukan perhatian dan penanganan yang sangat serius," tutur Saleh.

Senada dengan PAN, Golkar lewat Sekretaris Jenderalnya, Sarmuji, juga menyebut reshuffle merupakan hak prerogatif presiden.

Ia berpendapat presiden adalah pihak yang paling mengetahui apakah diperlukan evaluasi hingga perombakan kabinet atau tidak, termasuk mekanisme pelaksanaannya.

"Golkar berprinsip mengenai kabinet adalah hak prerogatif presiden. Beliau yang tahu mengenai apakah perlu reshuffle atau tidak dan bagaimana reshuffle dilakukan," kata Sarmuji, Sabtu.

Ia menambahkan, hubungan Golkar dan Presiden saat ini berjalan sangat baik.

Karena itu, apabila ada langkah seperti reshuffle, kemungkinan Prabowo akan mengajak bicara Golkar.

"Hubungan kami dengan presiden sangat baik, kemungkinan besar jika terjadi sesuatu Presiden kami akan mengajak bicara," pungkasnya.

(SURYAMALANG.COM/TRIBUNNEWS.COM)

 

Ikuti saluran SURYAMALANG di >>>>> WhatsApp 

Sumber: SuryaMalang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved