TOPIK
Pesawat Tempur Super Tucano Jatuh
-
"Kami sudah mencarikan rumah juga ruko di sekitar tempat itu, tetapi masih belum ada yang cocok dan sepakat, sehingga sampai sekarang belum selesai,"
-
"Dua rumah rusak selain milik Pak Mujianto, sudah dilihat dan dipetakan kerusakaan oleh kawan-kawan di Fas-In (Fasilitas dan Instalasi) Lanud...
-
Bekas lubang tempat jatuhnya pesawat sudah kembali diuruk. Meski demikian, warga tetap berbondong melihatnya.
-
Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Djoko Senoputro mengatakan pihaknya akan segera memperbaiki rumah-rumah yang rusak.
-
"Itu masih diselidiki, kami belum bisa jawab. Butuh analisa panjang, tergantung data-data yang didapatkan. Tim masih menyelidikinya. Mohon bersabar,"
-
“Saat ini keluarga masih berduka. Kata Pak Mujianot, dia baru akan memutuskannya setelah tujuh hari kepergian sang istri. Kami akan ikuti,"
-
Para pejabat ramai berkunjung ke rumah korban Super Tocano, Jumat (12/2/2015).
-
"Saya mengunjungi Pak Muji dan Mas Oki melihat bagaimana keadaan mereka saat ini," ujar Djoko.
-
"Kalau keinginan pribadi saya, inginnya rumah dibangun kembali. Itu pendapat pribadi saya sih,"
-
"Ibu tidak suka terlalu tergantung pada orang lain. Beliau juga supel dan bersosialisasi erat dengan tetangga sini,"
-
Mereka yang mengungsi adalah Mujianto (54) dan anaknya, Farizki Jati Ananto atau Oki (21) serta Ida Rahmawati (58). Muji dan Oki mau tak mau mengungsi
-
“Kalau saya tidak ada nanti, siapa yang akan mengantar kamu kalau mau pergi?”
-
Petugas harus melubangi tanah sekitar pesawat agar sebagian besar rangka pesawat bisa diangkat. Lubang tersebut berukuran 3 x 2 meter.
-
Rumah itu harus dirobohkan untuk memudahkan evakuasi bangka pesawat tempur taktis Super Tucano TT3108.
-
"FDR sudah diamankan di Lanud," ujar Kepala Dinas Operasi Lanud Abdulrachman Saleh Kolonel Pnb Fairlyanto.
-
"Le, kok becik men nasibmu (nak, kok baik benar nasibmu). Kamu kok meninggalkan kami duluan," tutur Dasila sambil menangis ketika memegang kepala anak
-
Selanjutnya pengendalian lokasi jatuhnya pesawat diserahkan ke polisi untuk olah tempat kejadian perkara.
-
Jenazah Syaiful dimakamkan Kamis (11/2/2016) sekitar pukul 11.00 WIB dalam upacara militer dipimpin Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Joko
-
Petugas memusatkan evakuasi di titik jatuhnya pesawat di rumah Mujianto, Jalan LA Sucipto Gang XII No 4.
-
Hingga pukul 09.30 WIB jenazah masih berada di rumah duka, di Perum Pondok Wisata Blok H-9, Perumahan TNI AU Abdulrachman Saleh.
-
TNI AU akan menghancurkan rumah Mujianto memakai alat berat itu untuk evakuasi bangkai pesawat. Sehingga warga harus memindahkan barang
-
Pesawat tempur Super Tucano TT 3108 milik TNI AU terjatuh menghujam tanah di rumah Mujianto di gang tersebut.
-
"Saya langsung mandeg waktu melihat Bu Muji (panggilan akrab Erma Wahyuningtyas). Beliau sudah terlempar dari luar rumahnya,"
-
“Saya langsung pulang. Begitu tahu bagian yang terkena bagian belakang rumah, saya ingat istri saya sedang mencuci di sana,”
-
Dari ketinggan 15.000 kaki menuju tingakatn selanjuutnya, semestinya pilot memanggil ulang pada sistem. Akan tetapi, hal tersebut tidak terjadi
-
Sebenarnya Faisol dan keluarganya berharap jenasah anaknya dimakamkan di Tuban, namun, istrinya sebagai ahli waris minta dimakamkan di Yogyakarta
-
"Saya mohon doa restu, saya akan mengantar jenasah yang sudah diterbangkan ke Yogyakarta dari Lanud Abdulrachman Saleh,"
-
"Saya tahunya warga sudah ramai, katanya ada pilot di sawah. Itu selang berapa menit saja setelah saya dengar suara ledakan,"
-
Agus mendatangi rumah Suwoko, yang menjadi tempat perawatan jenazah Erma.
-
"Gak ada suara mesinnya. Ada suara kayak brebet, sepertinya pesawatnya sudah kosong"