Nasional

Akhirnya Pasukan Elit TNI Kolaborasi Densus 88 Sikat Teroris, Moeldoko : Gak Perlu Payung Hukum!

Pasukan khusus Polisi, Densus 88 Anti Teror sekarang bergerak bersama pasukan khusus TNI.

Akhirnya Pasukan Elit TNI Kolaborasi Densus 88 Sikat Teroris, Moeldoko : Gak Perlu Payung Hukum!
kompasiana
Ilustrasi : Prajurit Kopassus. Identik dengan beret merah. 

SURYAMALANG.COM -Serangan beruntun teroris di Indonesia dalam beberapa hari ini membuat petugas penegak hukum di Indonesia bergerak cepat.

Tak mau kecolongan lagi, polisi kini telah berbaur dengan TNI secara langsung dalam membasmi teroris.

Pasukan khusus Polisi, Densus 88 Anti Teror sekarang bergerak bersama pasukan khusus TNI.

(Baca: Saddam al-Jamal, Pemimpin ISIS Terbrutal yang Bunuh Keluarga Calon Mertua karena Tak Direstui)

(Baca: Seorang Penumpang Lion Air Mengaku Teroris dan Menaruh Bom di Tasnya)

(Baca: Pesan WhatsApp Terakhir Aipda Auzar kepada Wakapolri, Beberapa Jam Sebelum Gugur Diserang Teroris)

(Baca: Ayah Deddy Corbuzier Nyaris jadi Korban Bom, Tagar #KamiTidakTakut baginya Tidak Benar)

Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menyatakan kolaborasi langsung TNI -Polri sudah berjalan saat ini.

"Bukan akan, tapi sudah berjalan saat ini," ujar Syafruddin dalam konferensi pers di Riau sore ini, Rabu (16/5/2018).

Baca: BREAKING NEWS : Ketua Jaringan Teroris JAD Jatim Ditangkap di Malang

Baca: Kampus ITS Terdampak Teror Bom Surabaya, Radikalisme Hingga HTI, Rektor Buat Pengakuan Ini

Kolaborasi Polisi dan TNI lewat pasukan elit masing-masing juga ditegaskan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. 

 "Untuk komando operasi khusus gabungan TNI, sudah direstui oleh presiden dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (16/5/2018).

Pasukan TNI yang akan dilibatkan dalam operasi pemberantasan teroris saat ini adalah pasukan elit di tiga matra yang ada.

"Pasukan yang mana? kekuatan khusus Darat, Laut, Udara yang terpilih. Kenapa pasukan elit ini? karena pasukan ini yang sudah disiapakan dengan baik, infra struktur dan kapasitas,mereka bisa bergerak cepat ke manapun," terang Moeldoko.

Disinggung tentang payung hukum pembentukan pasukan gabungan ini, Moeldoko menyatakan tidak perlu mempermasalahkan payung hukum.

"Gak Perlu nunggu, Gak perlu Payung hukum! ini di bawah Panglima TNI, inisiasi TNI," tegasnya.

Baca: Ngerinya Pasukan Elit Anti Teror TNI yang Dukung Densus 88, Inilah Sat 81, Denjaka dan Den Bravo

Baca: Saya Hampir Jadi Teroris, Wanita ini Bagikan Pengalamannya Lolos dari Jeratan Kelompok Radikal

Baca: Inilah Daftar Penjara Paling Ketat di Dunia, Sampai Napi Sulit Melihat Sinar Matahari

Sebelumnya Kapolri Jendral Tito Karnavian juga sudah menyebut jika polisi , dalam hal ini Densus 88 telah  didukung pasukan elit TNI dalam operasinya kali ini.

"Saya telefon Panglima TNI, Marsekal Hadi, saya minta, Bang kalau bisa kita bergabung, Pak Hadi (Panglima TNI) katakan siap kirimkan Kopassus," ujarTito dalam acara Indonesia Lawyers Club, Selasa (15/5/2018) malam.

Sebagai gambaran TNI memiliki banyak komando pasukan khusus seperti Kopassus -Detasemen Khusus 81, Kopaska, Taifib -Denjaka, Paskhas - Detasemen Bravo.

Penulis: Dyan Rekohadi
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help