Kabar Jember
54 Tahun Universitas Jember, Terus Membuka Program Studi Baru
Juga ada Program Spesialis Bedah dan Program Spesialis Dokter Layanan Primer di Fakultas Kedokteran.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, JEMBER - Universitas Jember (Unej) akan kembali membuka program studi baru di usianya yang ke-54.
Program studi baru yang akan dibuka adalah Program Studi Teknik Perminyakan dan Prodi Teknik Pertambangan di Fakultas Teknik, kemudian ada Prodi Pendidikan Sistem Informasi dan Program Doktoral Pendidikan IPA yang berada di bawah naungan FKIP.
Juga ada Program Spesialis Bedah dan Program Spesialis Dokter Layanan Primer di Fakultas Kedokteran.
“Kami juga berencana membuka program studi baru yang diharapkan memenuhi perkembangan jaman, seperti Program Studi Digital Marketing, dan Program Studi Sistem Informasi Kesehatan,” ikata Rektor Unej, Moh Hasan saat memberikan pidato Dies Natalis dalam kegiatan Dies Reader dalam rangka Dies Natalis ke 54 Universitas Jember di Gedung Soetardjo (27/11/2018).
Hasan menegaskan, seiring usianya yang ke-54, Kampus Tegalboto Unej terus berusaha memperluas kemitraan dengan berbagai pihak. Usaha memperluas kerjasama berdasarkan prinsip saling menguntungkan ini dimaksudkan sebagai salah satu usaha memperluas kemanfaatan Unej bagi masyarakat Jember dan sekitarnya, juga wilayah Tapal Kuda, dan Indonesia.
Ajakan bermitra dari berbagai pihak luar ini juga didasarkan pada prestasi yang telah dicapai oleh Universitas Jember.
“Alhamdulillah dengan bertambahnya usia, maka bertambah pula prestasi dan perkembangan di Kampus Tegalboto. Kini Universitas Jember telah membuka kampus di Bondowoso dan Lumajang, bahkan Insyaallah tahun depan akan hadir di Pasuruan, sementara pada tahun 2020 di Probolinggo. Keberadaan Kampus Universitas Jember di beberapa kota di wilayah Tapal Kuda ini guna memenuhi harapan pemerintah kabupaten dan kota untuk memperluas kesempatan bagi siswa setempat untuk melanjutkan studi di jenjang pendidikan tinggi. Selain tentunya dengan harapan, berdirinya Kampus Universitas Jember bakal menggerakkan perkembangan daerah tersebut,” tegas Hasan.
Selain memaparkan rencana ke depan, Moh Hasan juga melaporkan perkembangan di sisi pengajaran. Antara lain trend makin meningkatnya mahasiswa yang lulus tepat waktu, yakni mencapai 33,4 persen dari keseluruhan mahasiswa Universitas Jember yang lulus.
Begitu pula dengan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diraih oleh lulusan yang angkanya berkisar pada IPK 3,31. “Istimewanya, justru Fakultas Kedokteran yang wisudawannya selalu lulus tepat waktu, rata-rata mahasiswa Fakultas Kedokteran kita lulus dalam waktu tiga setengah tahun. Targetnya, setiap tahun mahasiswa kita yang lulus tepat waktu mencapai 50 persen,” lanjutnya.
Sementara itu di bidang penelitian, melalui Kelompok Riset (KeRis) dapat memacu makin banyaknya penelitian, dan publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh para dosen. Saat ini tercatat 305 KeRis yang ada di Kampus Tegalboto. Di sisi pengabdian masyarakat, Universitas Jember membuka program Sekolah Desa 4.0 di 320 desa binaan yang tersebar di Bondowoso, Jember, Probolinggo, dan Situbondo.
“Adanya KeRis diharapkan menjadi playing ground di bidang penelitian, sementara program Desa Binaan menjadi bukti nyata sumbangsih Kampus Tegalboto bagi masyarakat wilayah Tapal Kuda. Bahkan program Sistem Administrasi Informasi Desa yang kita kembangkan di Bondowoso melalui Program Kuliah Kerja Nyata, diminati oleh Kabupaten Pangkajene Kepulauan di Sulawesi Selatan,” imbuhnya.
Unej memasuki usia 54 tahun pada 10 November 2018. Unej menggelar sejumlah acara dalam rangkaian peringatan Dies Natalis Unej ke-54 itu.