Kabar Magetan

Siswi SMP Kakinya Terkilir, Dibawa Masuk ke Rumah Jawara Bela Diri untuk Dipijat, Tapi Malah Hamil

Siswi SMP Magetan Kakinya Terkilir, Dibawa Masuk ke Rumah Jawara Bela Diri untuk Dipijat, Tapi Malah Hamil

Siswi SMP Kakinya Terkilir, Dibawa Masuk ke Rumah Jawara Bela Diri untuk Dipijat, Tapi Malah Hamil
IST
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Moch Sentot Bagus Mulyono (62), bapak enam anak, warga Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan diciduk polisi lantaran meniduri gadis SMP hingga hamil delapan bulan.

Kini Sentot yang di lingkungannya dikenal sebagai jawara beladiri itu tinggal menyesali perbuatanya dan harus rela mendekam di sel Markas Polres Magetan, sebelum dijebloskan ke penjara dengan ancaman 15 tahun.

"Modus tersangka ini menawarkan pijitan. Kebetulan korban waktu itu terkilir. Awal pijitan tidak ada apa, tapi lama-lama pijitannya merembet dan tersangka tak kuasa menahan nafsunya, kemudian terjadi hubungan suami istri itu," kata Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Sukatni kepada SURYAMALANG.COM, Senin (28/1-2019).

Ribuan Ojek Online atau Ojol Se Jawa Timur Akan Serbu PN Surabaya, Aksi Dukung Ahmad Hilmi

Mahasiswi Guru Ngaji di Jombang Diperdayai Pemuda Kenalan Baru Di Tengah Sawah, Modus Motor Mogok

Sesuai hasil visum et repertum, lanjut Sukatni, perbuatan persetubuhan itu dilakukan lebih dari empat kali. Tindakan itu seluruhnya dilakukan di rumah tersangka.

Moch Sentot Bagus Mulyono (62) ditangkap Polres Magetan karena diduga menghamili gadis belia.
Moch Sentot Bagus Mulyono (62) ditangkap Polres Magetan karena diduga menghamili gadis belia. (suryamalang.com/doni prasetyo)

"Tersangka ini punya enam anak, dan istrinya bekerja di luar daerah. Tapi pada saat itu terjadi, anak anak tersangka ini semua tidak ada di rumah. Sesuai pengakuan tersangka, persetubuhan kepada korban dilakukan sebanyak enam kali,"ujar AKP Sukatni.

Menurut Kasat Reskrim, perbuatan ini diketahui setelah ada perubahan pada diri korban yang diketahui bapaknya. Kemudian dilakukan test kehamilan dan hasilnya positif.

"Dari hasil tes dan pengakuan korban, kemudian bapaknya melapor. Kasus ini diketahui setelah korban mengandung delapan bulan. Dari laporan itu, kami langsung menangkap tersangka di rumahnya,"kata Sukatni.

Dari rumah tersangka polisi menyita satu lembar kaos lengan panjang warna merah muda (pink) dan celana panjang berwarna hitam, satu setel pakaian itu yang diduga digunakan saat pertama dilakukan persetubuhan.

"Tersangka dikenai pasal persetubuhan terhadap anak pasal 81 UU-RI Nomor 17 tahun 2016 dan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo 64 KUHP dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan maksimal 15 tahun," jelas AKP Sukatni.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved