Kabar Kalimantan Selatan
Siswa SD Menikahi Siswi SMP Demi Menghindari Zina dan Pergaulan Bebas, Api Cinta Susah Dipadamkan
Viral di media sosial tentang pernikahan laki-laki dan perempuan yang usianya masih di bawah umur di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalsel
SURYAMALANG.COM, KABUPATEN BALANGAN - Viral di media sosial tentang pernikahan laki-laki dan perempuan yang usianya masih di bawah umur di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Jumat (1/2/2019).
Pernikahan yang viral ini terjadi antara D yang berusia 15 tahun dan DA yang masih berusia 14 tahun. Usai mereka masih belia atau belum menginjak 17 tahun.
Namun, pernikahan ini dilakukan bukan tanpa sebab atau tiba-tiba. Kedua orang tua mereka memiliki alasan untuk menikahkan anak-anak mereka di usia yang masih sangat belia.
Dikutip SURYAMALANG.COM dari Banjarmasinpost.co.id, kedua orang tua pasangan anak-anak ini mengaku terpaksa menikahkan anaknya demi mencegah perbuatan zina yang dilarang dalam ajaran agama.
Kedua anak belasan tahun ini diberitakan selalu membangkang saat diingatkan untuk tidak selalu berduaan.
Mereka sulit dipisahkan karena api cinta terlanjur berkobar besar dan susah dipadamkan. Hal inilah yang menjadi dasar pernikahan dini tersebut.
"Terpaksa dinikahkan, karena tidak mau ditegur lagi, ditegur di rumah kabur ke rumah perempuannya, ditegur di rumah perempuan kabur ke rumah orang lain," kata ayah kandung DA, mempelai pria.
Seperti diketahui, D masih duduk di bangku SMP dan suaminya, DA, masih tercatat sebagai siswa kelas 5 sekolah dasar.
Keduanya telah menikah dan mendapat persetujuan dari keluarga dan kerabat mereka.
Salah satu alasan pihak keluarga kedua mempelai adalah mencegah kedua anak itu melanggar kaidah agama.
Meski demikian, pernikahan tersebut segera menjadi sorotan dari pemerintah daerah setempat.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) Balangan Nor Ainani membenarkan kasus pernikahan dini tersebut.
Beberapa petugas sudah mendatangi keluarga serta kedua anak yang dinikahkan.
"Terjadinya kemarin," katanya, Jumat (1/2/2019).
Langkah-langkah yang diambil petugas adalah memberikan pembinaan kepada pasangan D dan DA agar masa depan kedua anak itu tidak terganggu.