Malang Raya

Kapan Trans7, Trans TV, Metro TV & TV One Siaran di Malang Lagi? Begini Jawaban Balai Monitor

Balmon Kelas I Surabaya mengungkap penyebab Trans7, Trans TV, Metro TV, dan TV One hilang di Malang Raya dan sekitarnya.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Zainuddin
Pixabay
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan : Aminatus Sofya, dan M Erwin

SURYAMALANG.COM, MALANG - Balai Monitor (Balmon) Kelas I Surabaya mengungkap penyebab Trans7, Trans TV, Metro TV, dan TV One hilang di Malang Raya dan sekitarnya.

Saat ini Balmon Kelas I Surabaya sedang menertibkan sejumlah channel televisi (TV) nasional di wilayah Malang Raya. 

Penertiban itu mengakibatkan channel TV tersebut  tidak ditemukan atau hilang.

Kasi Pentib Balmon Kelas I Surabaya, Fathorohman menuturkan penertiban terhadap channel TV itu karena belum mengantongi izin penggunaan frekuensi di Malang.

Konsekuensi dari pelanggaran tersebut adalah penggunaan frekuensi sejumlah stasiun tv itu dicabut.

“Ini masalah legalitas. Sejumlah stasiun tv yang kami tertibkan itu belum mengantongi penggunaan izin frekuensi di wilayah Malang,” kata Fathorohman kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (4/7/2019).

Fathorohman menyebut penertiban terhadap channel TV itu juga dilakukan di Kediri dan Madiun.

Dia belum dapat memastikan kapan channel TV itu dapat bersiaran kembali.

Pencabutan akan diakhiri setelah stasiun TV itu mengantongi izin penggunaan frekuensi.

Sementara itu, Plt Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang, Ferry Hari Agung menyebut banyak faktor yang bisa menyebabkan gangguan tayangan tersebut.

“Bisa jadi karena gangguan listrik di studio stasiun TV yang bersangkutan,” terang Agung, Kamis (4/7/2019).

Agung mengaku tidak punya kewenangan dalam penanganan gangguan penayangan tersebut.

Menurutnya, kewenangan tersebut ada di Kementrian Komunikasi dan Informatika RI.

“Apalagi soal frekuensi digital uhf dan vhf. Itu kewenangan pusat,” ujar Agung.

Sebagai informasi, terjadi gangguan tayangan Stasiun TV TRANS TV, GTV, TVOne dan Metro TV selain melalui antena analog di Malang Raya.

Sebagai alternatif, masyarakat tetap bisa mengakses melaui streaming internet.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved