6 Amalan Sunah Idul Adha yang Sebaiknya Tidak Ditinggalkan, dari Mandi sampai Potong Rambut

Dari mandi, potong kuku, sampai potong rambut. Bahkan berjalan kaki pun dianjurkan saat menuju sholat Idul Adha

Penulis: Insani Ursha Jannati | Editor: Adrianus Adhi
BANGKA POS/RESHA JUHARI
MALAM Ke 27 - Kerlap kerlip lampu pelita atau lampu minya tanah pada malam Tujuh Likur di Desa Mancung Kelapa, Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (4/8/2013). Tradisi malam tujuh likur yang dikenal dengan lampu tujuh likur tersebut ada pada malam 27 bulan suci Ramadhan, yang mana disemarakan dengan membuat lampu minyak tanah dari bambu, kaleng dan botol bekas kemudian dipasang disetiap depan rumah warga. 

Sambil menunggu sholat dilaksanakan, bisa mengikuti takbir berjamaah.

Imam Nawawi dalam Kitabnya Raudlatut Thalibin menerangkan anjuran tersebut:

السُّنَّةُ لِقَاصِدِ الْعِيدِ الْمَشْيُ. فَإِنْ ضَعُفَ لِكِبَرٍ، أَوْ مَرَضٍ، فَلَهُ الرُّكُوبُ، وَيُسْتَحَبُّ لِلْقَوْمِ أَنْ يُبَكِّرُوا إِلَى صَلَاةِ الْعِيدِ إِذَا صَلَّوُا الصُّبْحَ، لِيَأْخُذُوا مَجَالِسَهُمْ وَيَنْتَظِرُوا الصَّلَاة

Bagi yang hendak melaksanakan sholat Id disunahkan berangkat dengan berjalan kaki, sedangkan untuk orang yang telah lanjut usia atau tidak mampu berjalan maka boleh ia menggunakan kendaraan.

Disunahkan juga berangkat lebih awal untuk sholat Id setelah selesai mengerjakan sholat Subuh, untuk mendapatkan shaf atau barisan depan sembari menunggu dilaksanakannya shalat.

6. Makan setelah Sholat Idul Adha

Bila Idul Fitri justru dianjurkan sebelum berangkan sholat Idul Fitri, maka di Hari Idul Adha ini justru setelah laksanakan sholat.

Diriwayatkan dari Sahabat Buraidah RA:

 عن بريدة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يخرج يوم الفطر حتى يطعم ويوم النحر لا يأكل حتي يرجع

Bahwa Nabi SAW tidak keluar pada Hari Idul Fitri sampai beliau makan, dan pada Hari Idul Adha sehingga beliau kembali ke rumah.

Diriwayatkan juga dari Sahabat Anas RA:

نَّ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَخْرُجُ يوم الفطر حتى يأكل تمرات ويأكلهن وترا

Rasulullah SAW tidak keluar pada hari raya Idul Fitri sampai beliau makan beberapa kurma yang jumlahnya ganjil.

Artinya, anjuran makan di Hari Idul Adha adalah setelah sholat Id.

Lebih baik bila memakan kurma karena makanan pokok di Arab adalah kurma.

Bila di Indonesia nasi, maka diperbolehkan makan nasi atau disesuaikan makanan pokok daerah tersebut.

*) Ejaan sesuai KBBI adalah "salat" namun banyak orang menuliskan "sholat"

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved