Surabaya

Fakta-fakta Bunga Tabebuya di Surabaya yang Sedang Viral di Sosial Media, Mirip Bunga Sakura

Berikut fakta-fakta di balik bunga Tabebuya, bunga mirip Sakura yang membuat kota Surabaya bak Tokyo di musim semi.

Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Dyan Rekohadi
ist
Pohon Tabebuya di Kota Surabaya. 

Selain warna pink dan putih, ternyata Pemkot Surabaya juga menanam varian lain yang berwarna ungu, dan kuning.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser mengatakan bahwa bibit bunga Tabebuya itu juga ada yang berasal dari petani di Kebun Bibit Surabaya.

Baca: Menyamar Jadi Karyawan Futsal, Fery Curi Handphone Seharga Rp 3 Juta 

Baca: Jawaban Maia Estianty saat Tulisan di Lingkaran Merah ini Ditanyakan Cuma 17 Kata, Endingnya Tertawa

“Kita kan punya yang dibudidayakan di kebun Bibit itu.”

“Tapi terkadang kita juga ambil dari petani yang ada di kota Malang dan kota Kediri,” tuturnya dilansir dari Kompas. 

Sejumlah ruas jalan di Surabaya seperti Jalan Pahlawan, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Basuki Rahmat tampak cantik dihiasi pohon Tabebuya yang sedang bermekaran, Sabtu (14/10/2017).
Sejumlah ruas jalan di Surabaya seperti Jalan Pahlawan, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Basuki Rahmat tampak cantik dihiasi pohon Tabebuya yang sedang bermekaran, Sabtu (14/10/2017). (SURYAMALANG.COM/Fatimatuz Zahro)

3.       Inisiatif Risma

Menurut Fikser, rupanya pencetus awal penanaman Tabebuya ini adalah Walikota Surabaya, Tri Rismaharini sendiri.

Ide tersebut rupanya sudah dicetuskan Risma jauh sebelum menjabat sebagai Walikota Surabaya.

Namun kala itu penanaman pohon Tabebuya saat itu belum terlalu banyak, penanaman Tabebuya baru dilakukan secara serius pada 2010.

Tujuan penanaman Tabebuya ini selain untuk menambah keasrian Kota Surabaya, juga dapat memberikan habitat alami bagi ragam biota yang bergantung pada pepohonan.

4.       Mekar dua kali setahun

Fikser juga mengungkapkan bahwa bunga Tabebuya ini mekar dua kali dalam setahun, yakni pada bulan April dan November.

Uniknya, mekarnya bunga Tabebuya di Surabaya itu justru terjadi pada saat musim hujan.

Padahal lazimnya bunga Tabebuya bisa mekar pada saat musim kemarau.

“Ini unik, saat (cuaca, red) mendung, Surabaya jadi romantis,” ujar Fikser.

Baca: Usai Gelapkan Uang Rp 1 Miliar, Pria Asal Surabaya Ini Sembunyi di Bali

Baca: Turun Hujan, Petani Tambak Lamongan Mulai Persiapkan Lahan Kolam Ikan

5.       Warga minta untuk ditambah

Kecantikan bunga Tabebuya ini rupanya sangat disukai oleh para masyarakat Surabaya.

Warga bahkan meminta Pemkot Surabaya lebih banyak lagi menanam pohon Tabebuya agar kota pahlawan ini semakin cantik.

Banyak warga yang sengaja datang ke lokasi-lokasi tempat mekarnya Tabebuya hanya untuk mengambil foto dengan bunga mirip Sakura itu.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved