Malang Raya
Underpass Karanglo Jangan Sampai Banjir, Ini Pesan Soal Drainase dari Universitas Brawijaya Malang
Banyak masukan dari warga yang mengingatkan agar underpass Karanglo nantinya tidak banjir di saat curah hujan tinggi.
Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
Di sisi lain, Hendi berbicara peluang terjadinya penumpukkan kendaraan yang hendak masuk tol. Pasalnya ruas jalan telah diambil untuk proyek underpass yang sedang dikerjakan.
Meskipun dalam tahap awal ini akan menimbulkan kemacetan, namun Hendi memprediksi keberadaan underpass setidaknya bisa mengurangi tingkat kemacetan.
Apalagi jika pintu keluar tol di Ampeldento dan Ki Ageng Gribig bisa beroperasi.
Diberitakan sebelumnya, Pembangunan jalur underpass di perempatan Karanglo mulai dikerjakan.
Jalur itu akan menjadi pengurai kemacetan dan penghubung jalan tol Malang-Pandaan (Mapan).

Saat dikonfirmasi melalui pesan pendek, Direktur Utama PT Jasamarga Pandaan-Malang, Agus Purnomo mengatakan, pengerjaan underpass Karanglo telah resmi dimulai.
"Betul. Pembangunan underpass Karanglo sudah dimulai," katanya, Jumat (11/1/2019).
Pembangunan ini direncanakan dalam waktu tiga bulan. Itu berarti, diperkirakan Maret mendatang underpass sudah bisa digunakan oleh masyarakat.
"Target pembangunan 3 bulan," katanya singkat.
Rencananya, underpass Karanglo akan dibangun sepanjang 343 meter.
Bentang sisi utara (arah Malang) 152 meter, bentangan tengah (persis posisi terowongan) 38 meter. Dan bentang sisi selatan (arah Surabaya) 153 meter.
Pengerjaan proyek senilai kurang lebih Rp 80 miliar itu terdiri dari dua jalur dengan kapasitas empat lajur.
Seperti apa gambaran jalur di simpang empat Karanglo jika underpass Karanglo nantinya sudah jadi ?
Simak video animasinya di bawah ini :
Humas Jasamarga Pandaan Malang (JPM) Agus Tri Antyo menjelaskan, saat underpass Karanglo nanti beroperasi akan tetap ada traffic light.