Malang Raya
Rangkuman Berita Joki Jesika Amelia yang Jatuh saat Balap Liar di GOR Ken Arok Malang, Minta Maaf
Rangkuman berita Joki Jesika Amelia yang jatuh saat balap liar pakai hak tinggi di GOR Ken Arok Malang, dari minta maaf dan rumahnya didatangi polisi
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: eko darmoko
6. Minta Maaf
Selain itu, pihak kepolisian juga meminta Jesika Amelia untuk membuat sebuah video permintaan maaf atas perbuatannya tersebut.

Pada video permintaan maaf tersebut, Jesika Amelia mengutarakan bahwa dirinya tak akan mengulangi kegiatan balap liar yang menyebabkan kerugian.
Selain itu, Jesika juga meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian yang ia alami dan viral di media sosial.
Berikut videonya:
7. Kesalahan Fatal yang diabaikan
Dilansir dari Motor plus, berikut ini beberapa fakta yang diabaikan oleh Jesika Amelia hingga menyebabkan kecelakaan.
1. Tidak Pakai Helm
Jesika enggak pakai helm saat ngegas motor yang punya mesin kencang.
Helm ini berguna untuk melindungi organ vital seperti kepala dari resiko hal-hal yang tidak diinginkan.
Bejek gas motor seperti Kawasaki Ninja 150 tanpa helm kalau sudah jatuh ya, minimal gegar otak.
2. Tanpa Safety Gear
Jesika tidak menggunakan safety gear yang lengkap, minimal jersey, sarung tangan dan celana panjang.
Sebaliknya, dirinya malah menggunakan pakaian minim yang bisa dibilang lebih pantas dipakai ke acara pesta.
3. Pakai Hak Tinggi
Jesika menggunakan high heels alias sepatu hak tinggi saat balap.
Padahal sepatu hak tinggi atau high heels saat naik motor itu berbahaya dan bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
"Kalau berkendara dengan motor pakai sepatu seperti itu (hak tinggi) jelas berbahaya, karena posisi kaki dengan pedal rem dan gigi tidak seimbang," kata Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC).
"Kalau harus melakukan pengereman mendadak jelas sangat sulit dan bisa terjadi kecelakaan," ulasnya.
4. Skill Tidak Bagus
Terakhir, dirinya bukan merupakan pembalap profesional yang minim dengan pengalaman.
Itu terlihat saat melakukan start tanpa kuda-kuda dan tidak bisa mengatur RPM.
Selain itu, posisi ridingnya tidak menunduk alias tegak seperti orang yang naik motor sehari-hari.
Satu lagi, terlihat dari perpindahan gigi yang tidak mulus sehingga sempat miss dalam pengoperan giginya.