Malang Raya

Mengintip Cara Kerja Admin Grup Facebook Komunitas Peduli Malang Raya

Andik Supriyanto, pendiri Komunitas Peduli Malang Raya (KPMR), melarang posting yang mengandung unsur SARA, kampanye, politik dan ujaran kebencian.

Mengintip Cara Kerja Admin Grup Facebook Komunitas Peduli Malang Raya
facebook/KomunitasPeduliMalangRaya
KOMUNITAS PEDULI MALANG RAYA 

Pengecekan tersebut dilakukan untuk melihat postingan yang tidak sesuai dengan aturan grup.

"Jadi kami mempunyai dua sistem dalam pengecekan, yang pertama itu kita menunggu laporan dari para anggota jika mengetahui postingan yang mengandung unsur SARA ataupun kampanye ataupun hal-hal yang negatif lainnya. Kedua kami melakukan secara manual melalui keyword," ujarnya.

Dalam sejam, Andik mengaku telah menerima 50 laporan yang dilaporkan oleh anggota.

Namun ia tetap menyeleksi terlebih dahulu sebelum menghapus laporan-laporan tersebut.

"Bayangkan saja, anggota kami sekarang ada 590 ribu orang, maka wajar saja kalau per jam ada sekitar 50 laporan yang masuk dan perbulan mencapai 12 juta postingan, tanggapan dan komentar," ucapnya.

Sementara itu, dalam menanggapi para anggota yang memposting tidak sesuai dengan aturan grup akan dikenai sanksi.

Sanksi itu merupakan pemblokiran anggota sementara dari Grup KPMR.

"Dalam aturan kami, para admin dilarang untuk mengeluarkan anggota dari grup. Tapi kami hanya memperbolehkan memblokirnya saja. Sifatny itu pun hanya sementar sekitar seminggu saja. Hal itu dilakukan agar mereka tidak mempostingan postingan secara berulang," jelas Andik

Tujuannya dibuat grup KPMR untuk menciptakan hiburan yang murah meriah bagi masyarakat.

Walaupun begitu, Andik mengaku ada saja orang yang merasa bahwa di grup KPMR ini yang posting merupakan orang-orang yang tidak penting.

Halaman
123
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved