Kabar Sumatera Selatan
Remaja Ini Memperkosa Sapi, Kambing & Kakak Perempuannya Hingga 40 Kali, Bahkan Ada yang 120 Kali
Remaja laki-laki berinisial YG berusia 15 tahun tak hanya memperkosa sapi dan kambing, tapi ia juga memperkosa kakak perempuannya
Salah satu caranya adalah dengan memberikan boneka.
Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto didampingi Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas mendatangi AG di kampungnya di Pringsewu, Minggu, 24 Februari 2019.
Pada kunjungan itu, Hesmu Baroto memberikan dua boneka beruang ke AG.
Satu ukuran besar berwarna oranye dan satu boneka ukuran kecil berwarna pink.
"Terima kasih," ujar AG saat menerima boneka dari tangan Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto.
AG langsung memberi nama boneka-boneka itu.
Boneka berwarna oranya ia panggil Ayu dan yang berwarna pink diberi nama Agis.
Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto mengatakan, boneka diberikan kepada korban supaya yang bersangkutan bisa berkomunikasi dengan pihaknya dan PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak).
"Supaya ada keterbukaan serta tidak canggung untuk berbicara," ujarnya.
AG sebelumnya lebih terlihat diam, tertutup dan harus melalui pendekatan supaya bisa diajak berbicara dan memberikan keterangan kepada penyidik.
Saat diberi boneka, lanjut Kapolres, AG menunjukkan reaksi positif, sangat senang dan sangat gembira.
Menurut Hesmu, AG masih sangat senang dengan dunia anak-anak.
Motif para pelaku menjadikan AG sebagai budak seks karena kondisi korban mengalami kekurangan mental.
Hal itu dimanfaatkan mereka bertiga sebab dengan kondisi tersebut ketiganya aman karena AG tidak bisa berbuat apa pun untuk pembelaan.
"Ketidakberdayaan itu motif ayah kandung korban melakukan persetubuhan itu," ujar Kanit PPA Polres Tanggamus, Inspektur Dua Primadona Laila.
Ia menambahkan sedangkan untuk SA dan YG pun sama, yakni memanfaatkan keterbatasan lahiriah AG.
Ditambah hobi keduanya yang jadi pecandu film porno yang di ponsel milik SA.
Meski kini ponsel tersebut telah rusak.
"Kedua tersangka lain, motifnya karena sering menonton film porno di HP. Dari situ mereka mulai menyetubuhi korban, namun handphone itu sendiri saat ini diakui tersangka sudah rusak," jelas Dona.