Nasional
Gara-gara Utang Rp 4,2 Juta, Muksalmina Tega Bunuh Temannya
Karena utang Rp 4,2 juta, Muksalmina (22) tega membunuh M Ali. Mayat korban di parit Kampung Weh Due, Kecamatan Permata
Pembunuhan ini baru terlaksana usai tersangka mengiming-imingi korban untuk mengambil sabu-sabu ke Bener Meriah sebagai pemasukan tambahan menjelang lebaran nanti.
“Korban dan tersangka sempat bergulat hampir satu jam di lokasi.”
“Karena pelaku membawa sajam, korban tidak bisa selamat,” ujarnya.
“Saat perkelahian terjadi, korban terdesak ke pinggiran jalan kemudian terjatuh.”
“Saat itu tersangka berusaha menarik korban dengan menarik bajunya. Namun bajunya terlepas.”
“Makanya mayat korban ditemukan dengan kondisi setengah telanjang,” papar Iptu Wijaya.
Kemudian tersangka membawa motor korban ke pemukiman Wih Due.
Bahkan tersangka menghubungi satu warga yang dikenalnya.
“Bahkan dia sempat menginap sampai 17.00 WIB, dan kemudian berangkat menuju Bireuen.”
“Mayat korban ditemukan pada pukul 07.30 WIB. Berdasar keterangan saksi saat evakuasi korban, pelaku hanya tidur-tiduran di rumah,” tegasnya.
Kepada Serambinews.com, tersangka mengaku sudah merencanakan pembunuhan itu.
Tersangka berencana melakukan pembunuhan ini karena korban dianggap pembohong.
“Dia menjanjikan kepada saya untuk menutupi utangnya, saya akan dimasukkan menjadi Satpol PP tapi rupanya tidak,” kata dia.
Tersangka juga dijanjikan akan diberikan kendaraan motor, namun janji itu tidak kunjung ditepati.
“Saya dijanjikan akan diberikan kereta bodong seharga Rp 2 jutaan untuk menutupi utangnya, tapi tidak juga.”
“Kemudian saya dendam merencanakan pembunuhan,” terangnya.
Muksalmina mengatakan membunuh di lokasi itu karena sangat sepi.
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Perkelahian Satu Jam Berujung Tewasnya M Ali, Ini Awal Mula Pembunuhan Itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kotak-jenazah_20150927_131219.jpg)