Malang Raya

Mengeluh Dirugikan PPDB Zonasi, Warga Ngluruk Ke DPRD Kota Malang

Puluhan warga yang kecewa karena anaknya tidak bisa diterima di SMPN di Kota Malang karena sistem PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) zonasi

Mengeluh Dirugikan PPDB Zonasi, Warga Ngluruk Ke DPRD Kota Malang
suryamalang.com/Sylvianita Widyawati
Suasana di gedung DPRD Kota Malang saat warga mengadu PPDB zonasi karena tak menguntungkan mereka, Kamis (23/5/2019). 

“Satu Kelurahan Gadang tidak ada yang masuk SMPN,” jelasnya di acara itu.

Sedang Agus Sunaryo, warga Jl Simpang Tambora, Kelurahan Karangbesuki mengeluhkan titik koordinat banyak yang tidak sesuai aslinya.

Ia mencontohkan perumahan Vila Bukit Tidar ke SMPN 4 sekitar 4 Km.

Tapi ternyata koordinat yang dipakai di sistem setelah masuk NIK di Jl Candi V. Sehingga jarak ke SMPN 4 hanya 1,2 Km.

Namun sayang, bukti-bukti di web PPDB down dan tak bisa dilihat lagi.

“Saya yang mengapresiasi pemerintah mengenai pemerataan sekolah. Cuma dengan kejadian ini, tujuan zonasi jadi beda,” kata dia.

Sedang Joko Purnomo, warga Jl MT Haryono juga mengeluhkan soal ketidak akurasian jarak. Sehingga jarak rumahnya ke SMPN 4 harusnya 600-800 meter jadi 1100 meter di print out.

Karena jadi jauh, anaknya tidak diterima. Sedang pilihan kedua di SMPN 13 juga terkunci karena pemilih pertama di SMPN 13 juga sudah banyak. Sehingga sudah terkunci di SMPN 4.

“Ngapain ya daftar pagi desak-desakan di SMPN 4 ternyata juga tidak bisa turun ke SMPN 13,” kata dia.

Ia kecewa karena SMPN 13 di wilayah Kelurahan Dinoyo namun anaknya tidak bisa mengakses ke SMPN itu. Soal pilihan 1, 2 dan 3 membuat warga bingung.

Halaman
1234
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved