Kabar Trenggalek

Dorong Wisata Heritage di Kecamatan Panggul Trenggalek, Bidik Wisatawan dari Yogyakarta

Pemkab Trenggalek berencana mendirikan museum di wilayah itu untuk menampung benda-benda peninggalan yang sempat di temukan di sana.

Dorong Wisata Heritage di Kecamatan Panggul Trenggalek, Bidik Wisatawan dari Yogyakarta
suryamalang.com/Aflahul Abidin
Benda-benda kuno temuan di Desa Gayam, Kecamatan Panggul, beberapa waktu lalu. Rencananya, Pemkab Trenggalek akan membangun museum untuk tempat benda-benda bersejarah tersebut. 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Wisata heritage di Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek gencar di dorong Pemkab Trenggalek.  Pada tahun 2020, Pemkab Trenggalek berencana mendirikan museum di wilayah itu untuk menampung benda-benda peninggalan yang sempat di temukan di sana.

Plt Bupati Trenggalek M Nur Arifin mengatakan, Kecamatan Panggul punya potensi wisata heritage setelah beberapa barang peninggalan di temukan di wilayah itu.

Penemuan tersebut, misalnya, uang koin dari dinasti lama, guci, patung, dan benda-benda lain di area persawahan di Desa Gayam.

Beberapa waktu lalu, Balai Arkeologi Yogjakarta telah meneliti sementara wilayah tersebut. Sayang, penelitian belum tuntas dan baru akan dilanjutkan pasca-Lebaran.

"Di Panggul banyak wisata heritage yang bisa dikembangkan. Konon, dulu ceritanya di sana juga banyak pabrik punya pengusaha Tionghoa. Ini masih ditelusuri," kata pria yang akrab disapa Gus Ipin, Minggu (26/5/2019).

Berapa waktu lalu, ia menggelar kegiatan di Panggul. Bersama perangkat daerah setempat, rencana pengembangan wisata heritage di sana sempat disinggung.

Salah satu usaha untuk menelusuri jejak-jejak masa lalu Panggul, yakni dengan membentuk Dewan Cagar Budaya. Selama ini, Gus Ipin mengakui, pemugaran situs lama masih salah manajemen.

"Seperti persinggahan Jenderal Soedirman itu. Sudah direnovasi sedemikian rupa, tapi tidak persis seperti dulu. Kami butuh orang-orang yang bisa membantu di Dewan Cagar Budaya itu nanti," imbuhnya.

Panggul, kata dia, juga punya cerita rakyat yang kuat soal masa lama. Cerita orang-orang lama menyebutkan, ada Kampung Pecinan di Panggul.

"Katanya dulu di situ tempat kapal Belanda bersandar. Kalau di lihat, kantor Kecamatan Panggul yang peninggalan itu lebih besar dari Pendopo, bisa jadi di situ memang dulu salah satu kantor pemerintahan Belanda yang besar," ungkapnya.

Camat Panggul, Edif Hayunan, mengatakan, penemuan barang kuno di Panggul bermula sejak sepuluhan tahun lalu. Namun, penelaahan lebih dalam baru dilakukan beberapa bulan belakangan. "Awalnya ditemukan uang koin cina 50 kilogram. Tapi sudah terjual oleh warga," kata Edif.

Kini, barang-barang penemuan lain yang sudah terkumpul bakal tengah disimpan. Barang-barang ini akan mengisi museum yang akan dibangun tahun 2020.

Harapannya, museum akan banyak menarik hati wisatawan dari Yogjakarta untuk mampir ke Panggul. Akses dari Yogjakarta ke Panggul lebih mudah setelah adanya jalur lintas selatan. "Targetnya wisatawan dari Jogja bisa datang ke Panggul. Dan di area wisata Mataraman yang konsen di wisata heritage belum banyak. Kebanyakan di wisata alam. Kita mau mengangkat lebih dulu," tutur Gus Ipin.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved