Breaking News:

Berita Malang

BERITA MALANG POPULER Hari Ini, Penyebab Demo Mahasiswa Papua, Ricuh, Lempar Batu & Jalan Ditutup

Berita Malang populer hari pni, penyebab demo Mahasiswa Papua yang diwarnai ricuh hingga lempar batu dan beberapa jalan Kota Malang ditutup

TribunPapua/Suryamalang.com
BERITA MALANG POPULER Hari Ini, Penyebab Demo Mahasiswa Papua, Ricuh, Lempar Batu & Jalan Ditutup 

SURYAMALANG.COM - Berita Malang populer hari ini Jumat (16/8/2019) menyangkut aksi demo Mahasiswa Papua. 

Selain itu berita Malang populer juga akan merangkum penyebab dan akibat dari aksi demo Mahasiswa Papua. 

Selengkapnya langsung saja simak kumpulan rangkuman berita Malang populer hari ini:

1. Penyebab aksi demo Mahasiswa Papua 

BENTROK DEMONTRASI - Dua massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Aliansi Malang Kondusif bersitegang di Jalan Kahuripan, Kota Malang, Kamis (15/8/2019). Bentrok dua kubu massa aksi dari AMP dan Aliansi Malang Kondusif  serta warga ini menyebabkan sejumlah massa aksi dari dua kubu serta aparat keamanan mengalami luka-luka akibat aksi saling lempar batu
BENTROK DEMONTRASI - Dua massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Aliansi Malang Kondusif bersitegang di Jalan Kahuripan, Kota Malang, Kamis (15/8/2019). Bentrok dua kubu massa aksi dari AMP dan Aliansi Malang Kondusif serta warga ini menyebabkan sejumlah massa aksi dari dua kubu serta aparat keamanan mengalami luka-luka akibat aksi saling lempar batu (SURYA.co.id/Hayu Yudha Prabowo)

BREAKING NEWS - Massa Bonek Datangi Kantor Persebaya, Pasang Spanduk Protes KerasVIDEO : Tegang, Bonek Serbu Kantor Persebaya Hingga Presiden Azrul Ananda Dikepung Lautan Manusia

Curhat Sedih Raffi Ahmad Ditinggal Merry, Yakin Asistennya Kembali Lagi, Sebut Tak Bisa Dipisahkan

Pesona Nia Ramadhani di Ajang Penghargaan Achmad Bakrie, Potretnya dengan Busana Tunik Sangat Elegan

Keributan atau tawuran antar kelompok terjadi dalam aksi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Malang, Kamis (15/8/2019) pagi.

Kericuhan itu diketahui terjadi di Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang. Kericuhan ini juga membuat sejumlah arus lalu lintas di lokasi ditutup. 

Penyebab akssi demo mahasiswa papua ini tidak lepas dari tuntutan Amerika Serikat bertanggung jawab atas penjajahan di Papua Barat, mengacu New York Agreemen atau Perjanjian New York.

Pada hari itu, AMP sedang memperingati New York Agreement yang tanda tangani pada 15 Agustus 1962 lalu.

New York Agreement berisi kesepakatan antara Indonesia dan Amerika yang menyerahkan tanah Papua.

2. Ricuh dan lempar batu 

BENTROK DEMONTRASI - Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri menenangkan massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP)di Jalan Kahuripan, Kota Malang, Kamis (15/8/2019). Bentrok dua kubu massa aksi dari AMP dan Aliansi Malang Kondusif serta warga ini menyebabkan sejumlah massa aksi dari dua kubu serta aparat keamanan mengalami luka-luka akibat aksi saling lempar batu
BENTROK DEMONTRASI - Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri menenangkan massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP)di Jalan Kahuripan, Kota Malang, Kamis (15/8/2019). Bentrok dua kubu massa aksi dari AMP dan Aliansi Malang Kondusif serta warga ini menyebabkan sejumlah massa aksi dari dua kubu serta aparat keamanan mengalami luka-luka akibat aksi saling lempar batu (SURYA.co.id/Hayu Yudha Prabowo)

2 Tahun Penjara untuk Caleg Jadi Partai Nasdem Gresik karena Terlibat Perkara Uang Rp 15,3 Miliar

Aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Kota Malang diwarnai kerusuhan. 

Massa aksi yang hendak bergerak ke Balai Kota Malang di Jalan Tugu dihadang sekumpulan orang tak dikenal di Jalan Bromo.

Terjadi kejar-kejaran antara AMP dan warga yang mengaku menolak penyampaian aksi orang-orang Papua itu.

Setelah dilerai aparat kepolisian, AMP diizinkan berorasi di Jalan Kahuripan.

Aksi demonstrasi AMP di Jalan Kahuripan, Kota Malang, Kamis (15/8/2019).
Aksi demonstrasi AMP di Jalan Kahuripan, Kota Malang, Kamis (15/8/2019). (SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya)

Suasana terus memanas lantaran AMP menolak apabila warga yang bukan awak media mengabadikan aksi mereka menggunakan ponsel.

"Kamu wartawan apa bukan, kalau kamu wartawan silakan. Kalau bukan taruh Hp-mu," tutur seorang massa aksi AMP.

Saat aksi berlangsung, Jalan Kahuripan ditutup termasuk Jalan Bromo dan Jalan Semeru.

Orang-orang yang mengaku warga Malang meneriakkan kalimat bahwa masyarakat Papua jangan berbuat onar di tanah Malang.

"Koen Papua ojo gawe rame ndek kutoku (Kalian orang Papua jangan buat onar di kota saya)," katanya.

Massa aksi Papua sebetulnya bergerak kondusif.

Namun karena suasana memanas, AMP terpaksa dibubarkan.

Saat diangkut ke dalam truk polisi, massa aksi AMP dilempari batu oleh sekumpulan warga.

Berdasarkan keterangan Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, mereka dikembalikan ke rumah masing-masing agar tidak ada kerusuhan yang semakin parah.

"Kami kembalikan ke rumah masing-masing," ujarnya.

3. Jalan ditutup  dan dibuka kembali

Akibat aksi demo mahasiswa tersebut, beberapa ruas jalan sempat ditutup. 

Pengendara yang melintas di tengah Kota Malang harus mencari jalan alternatif, Kamis (15/8/2019).

Dilansir dari akun Twitter @LalinNews, berikut daftar jalan yang sempat ditutup :

-     Jl Basuki Rahmad;

-     Jl Semeru;

-     Jl Kahuripan;

-     Jl Merdeka (Alun-alun);

-     Jl Tugu (Bundaran Balkot).

Jalan di Kota Malang Ini Kembali Dibuka

Kondisi Jalan Bromo, Jalan Semeru dan Jalan Kahuripan yang sempat ditutup pun kini mulai dibuka dan mencair, Kamis (15/8/2019) siang.

Pantauan TribunJatim.com di lokasi, AMP terlibat bentrok dengan warga di Jalan Bromo.

BENTROK DEMONTRASI - Dua massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Aliansi Malang Kondusif bersitegang di Jalan Kahuripan, Kota Malang, Kamis (15/8/2019). Bentrok dua kubu massa aksi dari AMP dan Aliansi Malang Kondusif  serta warga ini menyebabkan sejumlah massa aksi dari dua kubu serta aparat keamanan mengalami luka-luka akibat aksi saling lempar batu
BENTROK DEMONTRASI - Dua massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Aliansi Malang Kondusif bersitegang di Jalan Kahuripan, Kota Malang, Kamis (15/8/2019). Bentrok dua kubu massa aksi dari AMP dan Aliansi Malang Kondusif serta warga ini menyebabkan sejumlah massa aksi dari dua kubu serta aparat keamanan mengalami luka-luka akibat aksi saling lempar batu (SURYA.co.id/Hayu Yudha Prabowo)

Dari sana, terjadi kejar-kejaran dan aksi saling lempar batu hingga polisi mengamankan situasi.

Selanjutnya, AMP direlokasi di Jalan Kahuripan dan dipersilakan berorasi di sana.

Massa aksi AMP terlihat hanya berorasi dan hanya duduk di jalanan.

Namun, mereka memang menegur orang yang bukan awak media mengabadikan gambar sekaligus video.

4. Disebut menyalahi aturan

Polisi menilai demo yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Kota Malang tidak sesuai undang-undang.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan aksi yang dilakukan AMP telah melanggar aturan penyampaian pendapat di muka umum sesuai UU 9/1998.

Di antara syarat menyampaikan aspirasi adalah tidak boleh mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

“Mereka sudah menyalahi aturan. Sesuai aturan, akhirnya kami membubarkan mereka meskipun mereka tidak mau dibubarkan,” ujar Asfuri kepada SURYAMALANG.COM.

BENTROK DEMONTRASI - Dua massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Aliansi Malang Kondusif bersitegang di Jalan Kahuripan, Kota Malang, Kamis (15/8/2019). Bentrok dua kubu massa aksi dari AMP dan Aliansi Malang Kondusif  serta warga ini menyebabkan sejumlah massa aksi dari dua kubu serta aparat keamanan mengalami luka-luka akibat aksi saling lempar batu
BENTROK DEMONTRASI - Dua massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Aliansi Malang Kondusif bersitegang di Jalan Kahuripan, Kota Malang, Kamis (15/8/2019). Bentrok dua kubu massa aksi dari AMP dan Aliansi Malang Kondusif serta warga ini menyebabkan sejumlah massa aksi dari dua kubu serta aparat keamanan mengalami luka-luka akibat aksi saling lempar batu (SURYA.co.id/Hayu Yudha Prabowo)

Sebenarnya polisi telah melarang AMP untuk melakukan aksi dengan mendatangi Balai Kota Malang.

Tapi, AMP tetap bersikukuh melakukan aksi meskipun sudah memberikan surat pemberitahuan kepada petugas kepolisian.

Saat ditanyai petugas, AMP tidak bisa memberi informasi terkait aksi apa yang akan mereka sampaikan.

Sehingga, petugas tidak bisa memberikan surat tanda terima pemberitahuan tersebut.

“Penanggung jawab aksinya saja mereka tidak mau memberitahukan. Jadi kami ya tidak memberikan surat tanda terima pemberitahuan,” terangnya.

Asfuri mengungkapkan AMP terlibat bentrok dengan masyarakat Kota Malang sebelum petugas datang dan memberikan pengamanan di lokasi kejadian.

Hingga akhirnya, AMP sempat memblokade Jalan Kahuripan yang terletak di simpang Raja Bali Kota Malang.

Petugas pun mengamankan sejumlah demonstran untuk dibawa ke markasnya di Dau, Kabupaten.

“Kami masih mendata jumlah korban luka. Ada yang dari AMP dan ada yang dari warga.”

“Tapi, orang dari AMP ini tidak mau didata. Sehingga kami kembalikan ke tempat mereka di Dau,” terangnya.

Asfuri menambahkan pihaknya akan menindak tegas apabila ada aksi unjuk rasa yang serupa di Kota Malang.

Dia menilai jika aksi yang dilakukan oleh AMP ini belum termasuk dalam aksi makar.

Jadi belum ada sanksi hukum yang bisa petugas terapkan terkait kasus ini.

“Makar itu ada klarifikasi tersendiri. Jadi unjuk rasa yang mereka lakukan ini bertentangan dengan undang-undang.”

“Jadi akan kami bubarkan lagi dan akan kami tindak tegas. Karena memulangkan mereka bukan domain dari kami,” tandasnya.

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved