Kabar Surabaya
Pernah Jadi Caleg Gerindra, Tri Susanti Mengaku Bukan Pengurus Maupun Kader
TRI SUSANTI, koordinator aksi di depan asrama mahasiswa Papua di Surabaya mengaku: Saya di Gerindra bukan pengurus. Saya bukan pengurus, bukan kader.
TRI SUSANTI, koordinator aksi di depan asrama mahasiswa Papua di Surabaya mengaku: Saya di Gerindra itu bukan pengurus. Saya bukan pengurus, bukan kader juga.
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Tri Susanti belakangan menjadi bahan perbicangan di media sosial. Dia adalah koordinator lapangan dari ratusan orang yang beraksi di depan asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Tambaksari, Surabaya, Jumat (16/8/2019).
Siapa sebenarnya Tri Susanti?
Lazim diketahui, dia adalah Calon Anggota Legislatif (Caleg) Surabaya dari Partai Gerindra nomor urut 8 pada Pemilu 2019.
Perempuan kelahiran 29 Mei 1967 yang tinggal di kawasan Bhaskara Utara, Surabayaitu juga sempat menjadi saksi pasangan Prabowo-Sandi saat sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (14/6/2019).
Ditanya perihal keterkaitan partainya dengan statusnya sebagai korlap aksi, Tri Susanti berdalih dirinya bukanlah anggota Gerindra maupun kader.
“Saya di Gerindra itu bukan pengurus. Saya bukan pengurus, bukan kader juga,” katanya saat dihubungi Tribunjatim.com, Kamis (22/8/2019).
Ia mengaku sebatas menjadi caleg dari Gerindra.
“Saya hanya nyaleg dari Partai Gerindra,” tukas lulusan Fisipol Universitas Wijaya Kusuma Surabaya itu.
• Tri Susanti Mengaku Tidak Beridentitas FKPPI atau Gerindra saat Aksi di Asrama Mahasiswa Papua
• Mahasiswa Papua di Surabaya Menjawab: Omong Kosong soal Bendera Merah Putih Dirusak atau Dibuang
• 6 Saksi Mengaku Lihat Perusakan Tiang Bendera di Asrama Mahasiswa Papua tapi Itu Belum Cukup Bukti
• OPINI - Hentikan Kekerasan untuk Menyudahi Konflik di Papua
• VIDEO - Polda Jatim Panggil Perwakilan FKPPI, Pemuda Pancasila dan Front Pembela Islam (FPI)

Perempuan berambut panjang itu menuturkan, pencalonannya dulu hanya beberapa hari menjelang penutupan pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Saya nyaleg itu last minutes, ketika mau ditutup (pendaftarannya) saya baru masuk untuk pencalegan. Jadi last minutes pendaftaran caleg itu ya, nah saya baru masuk,” jelasnya.
“Sampai detik ini saya bukan pengurus Parpol Gerindra, hanya sekedar nyaleg aja,” tuturnya.
Saar ditanya perihal statsunya sebagai ketua kelompok simpatisan pendukung Prabowo - Sandi bernama Rabu Biru, Tri Susanti membenarkan dan menganggap hal itu tak aneh.
Pasalnya setiap orang yang tergabung sebagai relawan tak melulu harus tercatat sebagai anggota parpol.
“Yang kebetulan kemarin, aktif di relawan. Kan (menjadi) relawan juga macam-macam, itu kan bukan orang partai juga,” katanya.