Breaking News:

Tempo Doeloe

Dari Kubwan Jadi Kebun, dan Lenyapnya Kebun Terakhir di Kota Malang Berkat Proyek Jalan Tol

Dari Kubwan Jadi Kebun, dan Lenyapnya Kebun Terakhir di Kota Malang Berkat Proyek Jalan Tol. Esai panjang oleh arkeolog-cum-sejarawan Dwi Cahyono.

Editor: yuli
bpkad kota malang
Areal Alun-alun Tugu, Kota Malang. 

GOOGLE MAPS - Desa Kebonangung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang

Suatu areal kebun bisa juga dihadirkan dengan membuka sebagian areal hutan, sehingga ada sebutan "kebun tetelan".

Kebun di tepi hutan yang baru dibuka dari yang sebelumnya berupa areal hutan diistilahi dengan "talun", seperti tergambar pada Kampung Talun (sekarang masuk dalam wilayah Kelurahan Kauman di sub-area tengah Kota Malang), yang kala lalu dibuka di tepi Alas Patangtangan (disebut di dalam kitab Pararaton) ".

Kebun baru lainnya yang menurut Prasasti Gulung-gulung 929 Masehi adalah kebun yang dibuka dari areal alas (hutan) ing (di) Bantaran.

Areal kebun dimaksud kini berada pada sub-area utara Kota Malang, pada mana masih didapatkan kampung bernama "Bantaran".

Boleh jadi, kebun luas di desa kuno (wanua) Kubu-kubu, yang kini masuk di dalam wilayah Kelurahan Kebonsari dan Desa Kebon Agung sub-area selatan Kota Malang mulanya dibuka dari sebagian area hutan yang berada di areal apitan Kali Metro dan Kali Sukun.

Begitulah kiranya, pada Kota Malang yang berada di dataran tinggi, ketika masa Hindu-Buddha telah terdapat kebon yang luas di sejumlah tempat, yang adalah lahan budidaya tanaman bagi pencaharian hidupnya.

B. Pencapaian Gemah-Ripah dari Perkebunan

Dalam kata "kebun (kebon)" terkandung makna ikhtiar seseorang atau sekelompok orang untuk dapat meraih arau mendapatkan "ke-gemah-an" serta "ke-keripah-an" dari hasil alam.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved