Breaking News:

Kabar Surabaya

Cerai Secara Online Resmi Diberlakukan di Pengadilan Agama Surabaya, Ada Pengakuan Penggunanya

Kini pasangan suami istri (Pasutri) yang mengurus perceraian sudah bisa menjalani prosesnya secara online.

Kolase- Wartakota - e Court
Proses Cewrai secara online resmi diterapkan Pengadilan Agama Surabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - 'Cerai secara online 'telah resmi diberlakukan di  Pengadilan Agama (PA) Surabaya.

Kini pasangan suami istri (Pasutri) yang mengurus perceraian sudah bisa menjalani prosesnya secara online.

Proses perceraian resmi di PA kini bisa melalui gadget dan tidak perlu bolak balik menghadiri sidang. 

Pertandingan Timnas Indonesia Vs Vietnam di SEA Games Filipina Malam Ini, Siaran Langsung 19.00 WIB

Bayi White Stork Kebanggaan Warga Polandia Lahir di Eco Green Park Kota Batu

Humas Pengadilan Agama (PA)  Surabaya, Agus Suntono menyebut  penggugat cerai sekalipun tidak didampingi pengacara tidak perlu sering ke pengadilan.

Cukup datang sekali ke pengadilan membuat akun e-litigasi terdaftar untuk mengajukan gugatan. 

"Akun ini terbatas. Kalau perkara selesai akan langsung terhapus," kata Agus.

Setelah itu, mediasi. Jika tidak bisa damai, perkara akan dilanjutkan persidangan secara online.

Materi gugatan, jawaban tergugat, replik, duplik sampai bukti-bukti surat bisa diunggah secara online. 

Putusan juga dilakukan secara online. Hakim akan mengunggah salinan putusan yang bisa diunduh para pihak.

"Kalau sidang di pengadilan kan menyita waktu. Kalau secara online kan bisa dari rumah. Gugat cerai sudah bisa dari rumah," ujarnya.

Info Harga dan Jadwal Lengkap Keberangkatan KA Sancaka Utara Relasi Surabaya Pasarturi - Kutoarjo PP

Pengalaman Pahit Ayu Ting Ting Saat SMP, Pernah Disawer Hingga Menangis dan Tak Mau Nyanyi

Satu di antara pengguna gugatan online (e-Litigasi) yaitu advokat Elok Dwi Kadja, menilai sejauh ini yang benar-benar diterapkan di Pengadilan Agama (PA) Surabaya seperti gugatan cerai secara online

Menurutnya bersama kliennya untuk agenda sidang jawab menjawab replik maupun duplik, bisa lewat online by email.

"Akan tetapi sidang pertama kami tetap datang, kemudian ditetapkanlah agenda sidang dan dipasang di akun e-courtnya," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu, (1/12/2019). 

Bila kesulitan memposting melalui akun e-court tersebut, lanjut Elok, bisa lewat emailnya PA Surabaya

"Untuk agenda saksi datang, sekaligus bukti suratnya dicocokkan saat itu juga. Kemudian kesimpulan dan putusannya ga perlu ikut sidang karena di email oleh PA," terangnya. 

Intinya, dia menilai lebih praktis menggunakan online.

Ada kendala sedikit menurutnya terkadang e-court terjadi error. Jadi memposting berkas sering terganggu. 

"Namun masih dibantu oleh PA dengan email mas," tandasnya. 

Ditanya terkait lebih memilih mana antara ajukan gugatan cerai secara online atau konvensional, sejumlah klien Pasutri yang didampingi oleh kuasa Elok Dwi Kadja masih fifty-fifty. 

Sebab, diakui Elok, hal itu adalah pilihan. Biasanya, yang sudah mendaftarkan akun e-court nya untuk verifikasi nomor register perkara butuh waktu dua hingga tiga hari. 

"Kalau kami sampaikan ke kliennya masih mau menunggu untuk nomor registrasi yasudah kami daftarkan e-court. Kalau maunya nomor register hari tersebut ya kami daftarkan konvensional," ujar Elok, Minggu, (1/12/2019). 

Tapi bila berbicara biaya memang lebih terjangkau dengan e-court. Karena sebelum mendaftar Elok lebih dulu menawarkan sistem itu ke kliennya. 

Bila sang istri yang ajukan gugatan cerai dinamakan penggugat. Namun bila yang suami menggugat dinamakan permohonan cerai talak.

"Dan harapannya semoga semua masyarakat bisa tahu sistem ini," tandasnya.

Heboh Fans Goo Hara Bunuh Diri Setelah Sang Idola Meninggal, Sempat Tulis Pesan di Kolom Komentar

2 Pembobol Brankas di Bojonegoro Diciduk, 2 Lainnya Masih Buronan

Tata Cara 'Cerai Online'

Pengguna E- Litigasi khususnya pendaftaran perceraian online pengacara Elok Dwi Kadja menjelaskan tata cara pendaftaran gugatan perceraian melalui online. 

Pertama menyiapkan  menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan draft gugatan lalu draft surat kuasa dalam bentuk word dan pdf lalu bukti awal harus dilampirkan pdf nya. 

"Nanti akan muncul scumnya perhitungan biaya yang ditentukan batas akhir pembayarannya dan bank yang digunakan baru bank BTN saja," bebernya, Minggu, (1/12/2019). 

Karena menurutnya, masih banyak pengacara yang tidak memiliki akun e-court dan tidak tahu cara menerapkannya. Padahal sistem ini sudah lama diterapkan

"Semoga ke depannya mulai banyak yang memanfaatkan E-Litigasi ini. Mengingat kemudahannya," tutupnya. 

Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved